Trending | News | Daerah | Covid-19

Hukum

Muzni Zakaria Dituntut Hukuman 6 Tahun Penjara

Dibaca : 131

Padang, Prokabar – Bupati Solok Selatan (nonaktif) Muzni Zakaria dituntut hukuman enam tahun penjara terkait kasus korupsi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Padang, Rabu (16/9).

Dugaan korupsi yang dilakukan Muzni terkait proyek Masjid Agung Solok Selatan tahun anggaran 2018, dan pekerjaan jembatan Ambayan Solok Selatan tahun anggaran 2018.

Dalam perkara ini, Muzni diduga menerima uang dengan nilai total Rp3,375. Uang itu diterima dari pengusaha Muhammad Yamin Kahar terkait paket proyek masjid dan jembatan. Muhammad Yamin kahar sudah lebih dulu divonis 2,5 tahun penjara.

“Terdakwa dituntut hukuman penjara selama enam tahun,” kata tim jaksa KPK, yang terdiri dari Rikhi Benindo Maghaz, Rio Frandy, dan Januar Dwi Nugroho.

Selain pidana penjara, jaksa juga menuntut Muzni membayar denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan, dan uang pengganti sebesar Rp3,375 miliar subsider dua tahun kurungan.

Dalam tuntutannya, Jaksa menilai Muzni terbukti melanggar pasal 12 huruf b Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto (Jo) pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Menurut jaksa, hal yang memberatkan Muzni yaitu tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi, tidak berterus terang dan mengakui perbuatannya.

Sedangkan hal yang meringankan karena terdakwa belum pernah dihukum, dan bersikap sopan selama persidangan.

Menanggapi tuntutan, penasehat hukum Muzni, Audi Rahmat menyatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis pada sidang berikutnya. Dia menyebut apa yang disampaikan oleh jaksa hanya bersifat asumsi.

“Kami akan mengajukan pembelaan secara tertulis pada sidang berikutnya,” kata Audi.(*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top