Menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1441 H, Umat Islam Diimbau Beribadah di Rumah

Penulis -

Kamis, 16 April 2020 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Sepekan mendatang umat Islam akan menyambut kedatangan bulan suci Ramadan 1441 Hijriah. Namun di tengah suasana Pendemi Corona (Covid-19) ini, umat muslim diimbau untuk melaksanakan segala ibadah di rumah. Imbauan ini dalam rangka memutus rantai penyebaran virus Corona.

Seperti disampaikan dua organisasi terbesar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang satu suara mengajak agar umat Muslim melaksanakan syiar Ramadan di rumah saja.

“Dalam rangka berperang secara kolektif memutus mata rantai corona, Kemenag telah mengeluarkan imbauan beribadah Ramadan di rumah saja. Kita di PWNU Sumbar juga telah membahas dan mengimbau seluruh jamaah tetap di rumah saja melaksanakan ibadah Ramadan,” kata Ketua Tandfiziyah NU Sumbar Prof. Ganefri, Kamis (16/4).

Dikatakan, umat Islam di Sumbar umumnya diimbau agar segala pelaksanaan ibadah, baik shalat maupun segala aktivitas yang terkait dengan datangnya bulan suci Ramadan diharapkan untuk tetap dilakukan di rumah. Artinya, mulai dari pelaksanaan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya dilaksanakan di rumah sesuai dengan aturan fiqih.

Baca Juga :  Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam - Bukittinggi

“Kita berharap buka bersama ditiadakan, shalat tarawih dilaksanakan di rumah masing-masing, kemudian (peringatan) Nuzulul Quran akan ditiadakan, begitu juga pelaksanaan tadarus di masjid akan ditiadakan,” katanya.

Namun begitu, kita juga mengimbau agar masjid dan mushalla tetap mengumandangkan azan tetapi juga dilakukan imbauan beribadah di rumah. “Hal itu dilakukan agar syiar Ramadan tidak berkurang,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Prof. Shofwan Karim Elha juga mengimbau seluruh warga Muhammadiyah khususnya dan umat Islam umumnya di Sumbar untuk beribadah di rumah saja.

Meski begitu, dia juga berharap pelaksanaan ibadah di rumah selama bulan puasa tidak mengurangi kualitas sebagaimana ibadah di masjid, sebab kondisinya memang sedang darurat.

“Mudah-mudaan pelaksanaan ibadah kita di rumah masing-masing insya Allah tidak mengurangi kualitas ibadah kita, tidak mengurangi pahala kita, karena kita sedang dalam keadaan darurat. Insya Allah, Allah SWT akan sangat memahami, dan mari kita bersama-sama melaksanakan kebijakan pemerintah,” katanya.

Baca Juga :  UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam

Perlu diketahui dan dipahami bahwa kebijakan pemerintah dalam kondisi dan situasi seperti ini tentunya berorientasi pada kemaslahatan sehingga masyarakat harus membantu dengan melaksanakannya secara baik.

“Karena Tassarruf al-Imam ‘ala al-ra’iyyah manutun bi al-maslahah. Kebijakan pemerintah terhadap rakyatnya tentu berorientasi pada kemaslahatan, terus menerus berada pada kemaslahatan. Insya Allah,” katanya.

Dikatakan, jika ada pencetamah yang sudah terjadwal, silahkan saja diatur namun cukup menyampaikan tausiyah dengan pengeras suara saja sehingga didengar warga.

Selain soal peribadatan, masyarakat juga diharapkan untuk terus mengikuti protokol kesehatan seiring dengan pencegahan Covid-19, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan physical distancing atau menjaga jarak ketika berada di tempat umum dalam beraktivitas.

“Untuk kali ini kita melaksanakan ibadah di rumah dan tidak mudik pada saat nanti menjelang Idul Fitri. Lakukan semuanya dengan disiplin. Jadilah pahlawan, lindungi diri sendiri dan orang lain,” tandasnya.

Baca Juga :  PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Sementara Ketua Majelis Ulama Sumbar Buya Gusrizal Gazahar menyatakan bahwa sementara waktu surat edaran atau imbauan Menteri Agama Nomor 6 tahun 2020, cukup dijadikan sebagai persiapan menghadapi kemungkinan terburuk “ia qadarallah”.

“Kami mengajak masyarakat agar sungguh-sungguh dalam bermunajat kepada Allah SWT baik dalam Qunut Nazilah maupun dalam kesempatan berdo’a di waktu-waktu yang mustajab agar Allah SWT mengangkat wabah ini sebelum datangnya bulan Ramadan,” ujarnya.

Dia juga menyatakan untuk penuhnya keyakinan mendapatkan ijabah (jawaban) dari Allah SWT, MUI Sumatera Barat dan MUI kab/kota se Sumatera Barat bersepakat untuk belum mengeluarkan maklumat khusus tentang penyelenggaraan ibadah Ramadan dan Idul Fitri.

“Kita akan segera membahas segala kemungkinan dan akan dikeluarkan pada waktu yang tepat,” pungkasnya.(mbb) 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi
Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga
Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif
PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026
Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026
UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam
KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:04 WIB

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB