Ramadan

Melongok Tenda Arafah di Komplek TVM

Warga melaksanakan ibadah di Tenda Arafah di komplek TVM.

Dibaca : 140

Jakarta, Prokabar – Ada yang baru di komplek Taman Villa Meruya, Meruya Ilir, Jakarta Barat, komplek perumahan yang mayoritas warganya non Muslim. 

Di sana, di atas tanah lokasi peruntukan Masjid At -Tabayyun  seluas 1078 M2, berdiri tenda warna putih seluas 100 M2. Lokasinya, tepat berada di belakang bangunan yang selama ini kantor RW. Tenda itu didirikan Panitia Pembangunan Masjid At- Tabayyun. 

Tujuannya  untuk memenuhi aspirasi warga Muslim di TVM yang ingin melaksanakan Ibadah Shalat Tarawih selama bulan suci Ramadhan 1442 H di komplek itu. Tenda ini sebagai pengganti sementara bangunan Masjid yang belum terwujud. Tenda Masjid At-Tabayyun — begitu nama tenda itu — berdiri satu hari sebelum masuk bulan Ramadhan. 

Senin (12/3) malam warga langsung menggunakan pada malam pertama Shalat Tarawih. Suasana mengharukan ketika malam itu adzan berkumandang pertama oleh Pandi, anggota sekuriti TVM. 

Pandi, salah satu dari 50 petugas sekuriti — semua warga Muslim — bersama  sekurangnya 300 warga Muslim plus 500 asisten rumah tangga (ART) memang sudah lama mendambakan sarana ibadah di tempat mereka bekerja. 

Mengharukan karena itulah untuk pertama kalinya ada tempat shalat berjamaah bagi warga Muslim di TVM setelah menanti lebih 25 tahun.

Shalat di dalam tenda, bagi jamaah maupun penceramah seperti berada di dalam tenda Padang Arafah, Saudi Arabia, yang biasanya untuk jamaah haji menginap saat berwukuf.

Daya tampung tenda itu untuk 100 jamaah. Namun, untuk  mematuhi protokol kesehatan, Ketua Panitia, H Marah Sakti Siregar membatasi hanya boleh berisi maksimal 50 % dari kapasitas yang ada. 

Setiap hari, panitia menyemprot tenda itu dengan desinfektan. Panitia pun mewanti-wanti jamaan menggunakan masker, dan safnya mengambil jarak minimal 1,5 meter satu sama lain. Selain Shalat Tarawih, beberapa warga juga menggunakan tenda itu untuk Shalat Subuh dan shalat Fardhu lainnya. 

Adapun pembangunan Masjid Tabayyun sendiri menurut Marah Sakti Siregar akan mulai tahun ini. 

“Sempat tertunda satu tahun sejak pandemi. Padahal SK Gubernur, IMB dan pembayaran penggunaan lahan Pemprov DKI itu sudah keluar sejak tahun lalu,” kata wartawan senior yang kini menjadi Tenaga Ahli di Dewan Pers. 

Tidak Ada Penolakan

Marah Sakti sekaligus meluruskan soal isu adanya  penolakan oleh warga Non Muslim di sana. 

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top