Padang, prokabar – Semen Padang FC tidak tidak ingin malu di markas mereka Stadion Haji Agus Salim, Padang saat menjamu PSBS Biak di leg kedua final Liga 2 musim 2023/2024, Sabtu (8 Maret 2024), yang dimulai pukul 19.00 WIB
Tim besutan Delfi Adri itu memang tidak dalam kondidi terbaik, tapi tetap bertekad akan tampil ngotot dihadapan pendukungnya yang dipastikan akan memadati Stadion kebanggaan mereka. Pelatih asal Minang itu mengaku sudah menyiapkan strategi untuk mengejar defisit tiga gol setelah pada leg pertama kalah 0-3 atas PSBS.
“Kami akan tampil menyerang sejak awal. Kesempatan masih terbuka. Mudah-mudahan semua pemain bisa melaksanakan tugasnya dengan baik,” ujarnya
Semen Padang sendiri baru tiba di Padang dari Biak, Jumat (8 Maret 2024) setelah sehari seblumnya gagal mendarait di Minangkabau Internasional Airport akibat buruknya cuaca akibat hujan lebat. Mereka harus bermalam di Jakarta dan baru tiba Jumat pagi.
“Saya akui ini sulit tetap ibarat sengsara membawa nikmat. Tidak ada yang mustahil kami akan berjuang untuk menang dan meraih gelar juara,” katanya.
Kapten tim Semen Padang, Rosad Setiawan sepakat dengan pelatihnya. Tidak ada alasan memberikan kesempatan kepada PSBS menguasai jalannya laga. Ini kandang mereka dimana wajib menang dan ikut bersaing meraih gelar juara.
“Semoga kita diberikan kelancaran dan kemenangan untuk meriah gelar juara,” ucapnya. Semen Padang tetap mewaspadai kekuatan tim tamu. Dua pemain PSBS Alexandro Perraira dan Albertho Goncalves akan mendapat pengawasan serius dari pemain belakang Seman Padang. Duet dua pemain penting tim tamu ini tidak akan dibiarkan bergerak leluasa.
Tak banyak waktu bagi pelatih Semen Padang FC, Delfi Adri, dalam mematangkan persiapan teknis tim asuhannya. Meski begitu, tekad kuat dan motivasi tinggi tetap terpelihara, menuntaskan kompetisi sebagai pemenang. Kalah di leg 1, Semen Padang FC bertekad balas di leg 2 plus mengangkat Piala di depan pendukung sendiri.
“Besok adalah pertandingan yang menentukan siapa yang akan menjadi juara. Kita sudah ketinggalan 0-3, tetapi tidak ada yang tak mungkin di dunia ini, yang penting kita berusaha, bekerja keras,” kata Delfi Adri membuka sesi resmi keterangan pers sehari jelang laga kepada media di Padang.
“Kita bermain di depan publik sendiri, bagaimana nanti bermain dengan baik, lancar dan kita menjadi yang terbaik, hendaknya. Minimal kita juga skor 3-0,” lanjutnya.
“Kita memberikan yang terbaik kepada masyarakat Sumatera Barat. Apalagi sekarang tengah dilanda bencana,” tandasnya.
Kapten tim Rosad Setiawan mengungkapkan keinginan yang sama dengan pelatih Delfi Adri. Dia menggaransi akan memberikan perlawanan sengit di laga kedua kontra PSBS Biak. “Persiapan kita di jalan ya, tadi pagi baru sampai. Tapi, tak ada yang tak mungkin. Peluang kita masih ada, kesempatan masih besar,” tuturnya.
“Kita ingin menang, bisa bisa kita juara. Soalnya teman teman masih optimis untuk mengangkat piala di kandang kita,” tambahnya.
“Sembilan puluh menit, mereka bisa 3-0, kita Insya Allah juga bisa, lebih mungkin. Kita lihat besok, mudah mudahan berjalan lancar, meraih kemenangan,” pungkas Rosad.(*)
















