Kurenah Puasa di Dunia Maya

Penulis -

Sabtu, 17 April 2021 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prokabar.com – Kurenah Puasa di dunia maya. Entah puasa entah tidak, di dunia maya, orang-orang mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dengan faseh.

Sementara, pada kesempatan lain, di tengah hari yang terik, dia mengunggah pula gambar segelas es campur, yang gelasnya berembun karena dingin.

Di dalam gelas itu, warna-warni es campur menggoda selera. Tak kepalang juga menggoda iman.

Begitulah, kalau sudah berada di dunia maya, seperti berada di jalan tol.

Seenaknya menekan gas, tak berpikir kawan-lawan lagi. Kurenah puasa di dunia maya, upload dulu, urusan kemudian.

Tak perlu apa akibat dan tanggapan orang, yang penting upload.

Baca Juga:

Mungkin orang sakit hati, menangis, marah, itu bukan gue, urusan lu!

“Tak terasa puasa kita tinggal 29 hari lagi,” begitu salah satu status hari pertama Ramadhan, ketika waktu berbuka tiba.

Puasa baru saja mulai, tapi sudah seakan-akan begitu dekat 29 hari itu. Atau sudah begitu lama ibadah puasa dilaksanakan.

Status ini, sebuah hiburan yang sangat sadar sedang membohongi nalar.

Lalu, pada bagian lain, dia mengunggah sebuah foto sponge belum terpakai dengan tulisan; “Ngelihat busa buat nyuci jam segini, seperti lihat Bika Ambon.”

Biasanya ini muncul pada jam-jam yang rawan. Antara jam 12.00 Wib sampai 14.00 Wib.

Entah siapa yang memulai, foto ini dikirim dari satu tempat ke tempat, berputar-putar lalu mungkin kembali kepada pembuat pertamanya.

Yang jelas, sama modusnya dengan foto es campur tadi. Cari perhatian!

Ampun kita. Puasa seperti bagarah-garah saja dibuatnya. Request adzan maghrib logat daerah, kepada penyiar radio.

Biasanya pendengar request lagu, kirim salam, kini request adzan maghrib di tengah hari. Orang lapar memang kreatif!

Mungkin begitu yang lebih tepat. Hehehe. Otaknya encer berpikir, demi melupakan rasa lapar dan melupakan waktu.

Selain yang tidak serius seperti di atas, banyak juga yang serius di bulan puasa.

Ada yang mengupload status tiap sebentar, ayat suci, hadits, kisah-kisah, kiat-kiat, munasabah bermacam-macam tema.

Entah dibaca entah tidak, yang jelas, unggah saja dulu, urusan  dibaca atau tidak, itu kemudian.

Hiburan Puasa

Kurenah puasa di dunia maya, media puasa menjadi hiburan.

Serupa dendang perintang waktu, kata orang-orang tua kita dulu.

Tempat jarak dan waktu dituntaskan. Ide berseliweran disampaikan.

Tempat kadang-kadang seperti air bah yang membawa banyak sampah! Hahaha.

Namun demikian, ini penting. Bermain di dunia maya itu harus hati-hati. Harus mengerti sedang apa dan mau apa.

Dunia maya, sebagai media komunikasi tidak bisa serta merta mampu membawa seluruh maksud yang akan disampaikan.

Baca Juga Milenialisme.com

Catat itu. Sering kali orang hebat, orang kuat, orang berpangkat, doktor mungkin juga profesor, tergelincir komentarnya di media sosial karena tidak paham watak media sosial.

Ketika ia serius, ternyata lawan bicaranya bisa saja tidak serius-serius amat.

Jadi, sinyalnya sedang tidak sama, tidak senada. Akibatnya gagal mencapai tujuan komunikasi.

Kadar pengetahuannya tentang media sosial dan berselancar di dunia maya haruslah secara serius mempelajarinya.

Tidak bisa hanya sekali lalu saja. Bisa-bisa seperti anak kecil memegang pisau, semua mau dicatuknya! Ini berbahaya.

Cerdas Bermedia Sosial

Kecerdasan bermedia sosial, memang tidak bisa diukur tapi dapat dibaca bagaimana seseorang menggunakan.

Kadang-kadang, seseorang yang terkenal berwibawa bisa saja lebay.

Misalnya, politisi yang ingin mendapat simpati, dia akan mengunggah seluruh foto kegiatannya.

Mulai dari yang sederhana hingga yang paling wah, foto dengan presiden, artis dan sebagainya.

Foto dengan binatang piaran, foto dengan kenderaan kesayangan, pakaian kebesaran dari yang resmi sampai yang gaul.

Akibatnya, bukan mendapatkan simpati tapi malah menerima cemooh.

Ingat, sekali lagi, media sosial serupa jalan tol, semua bergegas tanpa pikir panjang. Emosi tinggi, apalagi kalau ada lawan!

Begitulah, dunia ujung jari yang melintas batas budaya, ruang, waktu, serta sekat-sekat normatif yang mengungkung kehidupan.

Dunia maya memberi kebebasan. Kebebasan yang jika kurang awas, bisa tergelincir menjadi persoalan sangat serius. Persoalan hukum.

Ramadhan di  media sosial, adalah wajah realitas ramadhan di tengah ummat. Mereka yang sudah memegang teknologi, akan kelihatan kurenahnya.

Aktif di group chat, menciracau, aktif menulis status dan mengomentari status teman, bisa terpantau jelas, mengatakan apa, sedang apa dia, di mana dia.

Begitulah, pokoknya, ada uang, beli seluler android, lalu belajar sedikit, selebihnya watak personal akan kelihatan di media sosial. Tak lagi mau dan mampu bersembunyi.

Kesadaran Komunikasi  

Kesadaran komunikasi itu penting namun bila tidak dengan kesadaran penggunaan media, bisa juga membuat seseorang salah kaprah mengambil kesimpulan.

Sederhananya, bila saja seseorang sangat serius, lalu ada yang menjawab dengan tidak serius, bisa akan muncul amarah.

Karena komunikasi melalui media apapun tetap memiliki kelemahan, kecuali bila media tersebut mampu membawa pesan emosi yang sama, nada yang sama kepada penerima pesan.

Hanya berkomunikasi secara langsung (face to face), kegagalan komunikasi bisa berkurang.

Melalui media sosial sangatlah mudah terjadi prasangka, apalagi emosi dalam komunikasi di media sosial memang kadang-kadang tak terkendali.

Kalau sudah bicara soal negara, pemerintah, atau apalah, seakan-akan serba tahu.

Padahal, yang terjadi, tahu sedikit sudah berani mengambil kesimpulan. Ini kerap terjadi.

Selamat berpuasa di dunia nyata, di dunia maya tetaplah pelihara etika agar pahala tetap terjaga. Amin.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rirayo, Buruak Manuang Pakiah
Pitih Baru, Badariang
Korona:Ba Bapak Anak Ka Urang Lain, Lai Talok?
Pakiah Mulai Indak Ka Lapau Simpang
Yuang Pasa Kapiradan
Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa
Cucuak
Kanai Brandas Wak

Berita Terkait

Kamis, 13 Mei 2021 - 17:47 WIB

Rirayo, Buruak Manuang Pakiah

Kamis, 29 April 2021 - 19:20 WIB

Pitih Baru, Badariang

Selasa, 20 April 2021 - 22:48 WIB

Korona:Ba Bapak Anak Ka Urang Lain, Lai Talok?

Sabtu, 17 April 2021 - 13:46 WIB

Kurenah Puasa di Dunia Maya

Selasa, 13 April 2021 - 01:09 WIB

Pakiah Mulai Indak Ka Lapau Simpang

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB