Trending | News | Daerah | Covid-19

Pemilu 2019

KPU Sumbar : Bukan Kesengajaan, Kesalahan Entri C1 Murni Human Error

Dibaca : 1.6K

Padang, Prokabar – Adanya beberapa kesalahan dalam entri data C1 ke sistem penghitungan (Situng), menurut Koordinator Divisi Hukum KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani hal itu murni karena human error atau kelalaian saja, dan tidak ada unsur kesengajaan.

Dikatakan, KPU sebagai penyelenggara sudah bekerja secara jujur, adil dan transparan. Mulai dari proses awal di Tempat Pemungutan Suara (TPS), hingga proses tahapan di setiap tingkatan.

“Proses sejak di TPS sudah transparan. Di saksikan oleh pengawas, sejumlah saksi, saksi peserta pemilu, jadi sangat terbuka. Kemudian, proses penghitungan pada setiap tingkatan juga menghadirkan saksi,” ungkapnya, Jumat (3/5).

Jika ada keberatan dari saksi, ia mengatakan, petugas juga sangat terbuka untuk mengoreksinya. Jika ada data otentiknya, petugas juga langsung menindaklanjutinya. Artinya, di setiap tahapan, dan tingkatan KPU sudah sangat terbuka.

Bentuk keterbukaan dan transparansi KPU yang lainnya, ia menjelaskan, ketika tidak semua orang bisa mengikuti penghitungan di TPS, KPU unggah hasil C1 tersebut.

“Kita unggah penghitungan C1 kita, sehingga siapapun bisa mengakses di website info pemilu KPU,” ulasnya.

Terkait kesalahan entri, ia sudah memanggil operator KPU dan mempertanyakan kenapa bisa terjadi kesalahan.

“Sebenarnya ada dua proses pengunggahan C1, dilakukan dengan scan dan entri. Scan dan entri dua hal yang berbeda,” ujarnya.

Kalau scan hasil asli tanpa ada koreksi, langsung di scan dan diupload ke website KPU.

Sementara itu, untuk entri memang terjadi kesalahan karena penghitungan suara dilakukan hingga larut malah bahkan ada yang menjelang subuh baru selesai.

“Itu semata-mata hanya karena human error, pada jam-jam tersebut petugas sudah jam istirahat (lelah). Jadi, ketika terjadi kesalahan entri maka itu murni karena mereka kelelahan,” ujarnya.

Lagipula, menurutnya, untuk kesalahan entri di tingkat provinsi ada di 14 TPS. Sementara jumlahnya ada 16.719 TPS.

“Artinya, kalau tingkat kesalahannya 14 kan cuma 0,0 sekian, yang kedua ketika terjadi kesalahan entri kita terbuka dengan membandingkan hasil C1. Kalau kita sengaja ingin mencurangi hasil tentu kita tidak akan mengkoreksinya,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan pada masyarakat jika terjadi kesalahan dapat melaporkan ke KPU, maka KPU akan lakukan pengecekan ulang.

“Untuk kesalahan entri sudah kita koreksi dan tindaklanjuti, dan mekanismenya ketika terjadi kesalahan entri kita tidak bisa langsung memperbaiki di sistim itu. Untuk melakukan perubahan kita harus menunggu kpu ri dulu karena istilahnya yang pegang kunci sistim kan kpu ri,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, sejumlah emak-emak mendatangi KPU Sumbar dan memberikan pernyataan agar KPU sebagai penyelenggara bersikap jujur, adil dan transparan. Termasuk mereka mempertanyakan salah entri yang dilakukan oleh KPU.(*/mbb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top