Trending | News | Daerah | Covid-19

Artikel

Kisah Zainal, Tukang Pijit Favorit Di Lubuk Basung

Dibaca : 793

Agam, Prokabar — Sore itu seorang bapak paroh baya mendatangi sebuah rumah kayu di tepi jalan raya Lubuk Basung. Tepatnya Jorong Sikabu, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Bapak itu bernama Mursidi (52), adalah langganan setia Zainal (67) sejak beberapa tahun belakangan. Di saat tubuhnya terasa pegal dan sakit, ia selalu mendatangi Zainal untuk berurut.

“Saya sangat senang mendatangi Pak Zainal. Seluruh tubuh saya diurut dengan seksama. Badan dan tubuh awalnya terasa sakit, Alhamdulillah membaik karnanya. Selain Izin Allah, tentu berkat pengobatan melalui beliau,” tutur Mursidi.

Nasrul Abit Indra Catri

Saya lanjutnya, selalu berlangganan dengan beliau. Selain enak dan nyaman, tarif tidak ditentukan. “Yang penting ikhlas,” katanya.

Zainal lebih dikenal dengan sebutan Mak Enan. Beliau lahir 1952, asal Jorong Kukuban, Nagari Maninjau. Ilmu memijit didapat dari ayahnya yang juga asli warga setempat.

“Usaha ini sudah saya mulai sejak tahun 1973. Kepandaian didapat dari ayah saya bernama Rukun Sutan Mangapo. Saya terus melanjutkan usaha ini, sejak almarhum sudah meninggal dunia,” kata Mak Enan.

Setiap hari, rata-rata orang berkunjung untuk berurut tidak lebih 20 orang. Kecuali di hari libur, biasanya hari yang sangat padat. Pelanggan biasanya berasal dari selingkar Lubuk Basung, Kota Padang, Tanjung Mutiara dan Ampek Nagari. “Mereka rutin sekali seminggu datang ke sini,” ujarnya.

Zainal memiliki istri bernama Yusmaniar (50). Memiliki 5 orang yang telah berkeluarga semuannya. Selain tukang pijit, Ia juga bertani dan mengolah sawah dengan hasil sekitar 1000 sukek.

“Saya sangat senang kehadiran seseorang datang dengan ketulusan hati untuk meminta bantuan. Terutama mengurut tubuhnya. Namun saya sangat terusik ketika ada orang hanya menguji-uji kemampuan sihir kepada saya,” terangnya.

Seringkali Zainal menjadi korban ilmu gaib dari seseorang. Padahal beliau mengaku tidak memiliki kemampuan khusus, kecuali untuk mengobati orang dengan jasa pijit ini. “Meski ada orang jahat, saya hanya serahkan kepada Yang Maha Kuasa. Semoga semua kebaikan selalu menyertai saya,” ungkapnya.

Kemampuan tersebut sudah diturunkan ke 3 anak mereka, namun belum sepenuhnya. Sehingga, bila Ia mangkat nanti, anaknya tersebut sudah bisa melanjutkan profesi tukang pijat. “Selain mendapat membantu orang dan ibadah, setidaknya dapat menambah pendapatan sehari-hari,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top