Kisah Nenek Penjual Pical Di Kios Pasar Maninjau.

Penulis -

Kamis, 1 November 2018 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar — Hidup adalah kisah perjuangan untuk bertahan dan melaluinya dengan baik. Begitu pula yang dilalui nenek Erna (70), penjual pical di Los Pasar Maninjau, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar ini.

Sejak puluhan tahun lalu, ia setia berprofesi pedagang pical. Meski sudah memiliki 6 orang anak dan 9 orang cucu. Proses fase kehidupannya tidak banyak berubah, kecuali dengan perjuangan dan keikhlasan.

Baca Juga :  Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

“Amak jualan setiap hari kecuali selasa, karano hari Balai. Di hari biasa lebih nyaman, saingan tidak terlalu banyak,” kata nenek itu.

Hasil jual beli kurang dari Rp100 ribu perhari. Meski demikian, itu sudah mencukupi memenuhi kebutuhan dirinya seorang diri. Setidaknya dapat mengisi kekosongan hari dan melewati kehidupan yang terlalu pahit dirasakan.

Baca Juga :  Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

“Amak sekarang tinggal sama anak perempuan satu-satunya dan minantu. Mereka hanya mampu hidup dan mencukupi kehidupan mereka saja. Jadi amak juga harus berjuang pula sendiri, agar tidak terlalu bergantung pada mereka,” ungkapnya lagi.

Ia sering merasa sedih dan terhiba hati. Anak banyak, namun susah diperantauan. “Amak hanya butuh bantuan modal dan lebih pingin mandiri,” tuturnya.

Baca Juga :  PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Tinggal berdekatan dengan Kios Pasar Maninjau, memberi kemudahan untuk berjualan. “Pical amak berbeda dengan milik orang. Bahan rempah seperti cakua, bawang putih dan kuah sup, menjadi ciri khas tersendiri. Bumbu ini dapat dari orang tua nenek dulunya,” tutup Mak Erna. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi
Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga
Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif
PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026
Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026
UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam
KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:04 WIB

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB