Pemilu 2019

Ketua KPU Tanah Datar Diperiksa Bawaslu, Ini Penyebabnya

Tanah Datar, Prokabar – Bawaslu terus menyelidiki penyebab tercecernya surat suara milik KPU Tanah Datar yang ditemukan oleh Bawaslu Kampar, Riau beberapa waktu lalu. Selain berkordinasi dengan Bawaslu Kampar, Bawaslu juga memintai keterangan pihak KPU sebagai pemilik dan penerima barang.

Pantauan prokabar.com di kantor Bawaslu Tanah Datar, Ketua KPU Tanah Datar bersama staff KPU sebagai penerima barang dari ekspedisi terlihat memenuhi panggilan Bawaslu. Ketua KPU, Fahrul Rozi datang bersama beberapa orang staff sekitar pukul 12.50 atau molor 2 jam dari surat pemanggilan yang dilayangkan oleh Bawaslu.

Pemeriksaan terhadap ketua KPU dan staf penerima barang dilakukan secara terpisah, dimana ketua KPU diminta keterangannya oleh Ketua Bawaslu, sementara staf penerima barang dimintai keterangannya di ruang tengah kantor Bawaslu oleh pihak Reskrim Polres Tanah Datar.

Selain memeriksa pihak KPU, Bawaslu juga berencana memintai keterangan dari pihak ekspedisi sebagai jasa pengiriman barang dari percetakan.

“Surat suara yang datang pada 9 April ke KPU Tanah Datar, dari surat jalannya ada 8 jenis, ternyata kami lihat ada selisih 3 tidak turun di kantor KPU Tanah Datar. Kami duga, barang tersebut diperuntukan untuk KPU Tanah Datar,“ ujar Hamdan, Ketua Bawaslu Tanah Datar.

Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, Bawaslu Tanah Datar tengah melakukan proses investigasi guna mengusut siapa yang bertanggung jawab dalam tercecernya surat suara tersebut.

“Karena lokusnya di Kampar, dan karena peruntukannya untuk KPU Tanah Datar, itupun menjadi kewajiban kami untuk melakukan investigasi siapa yang bertanggung jawab, apa ada kelalaian dari KPU atau bisa jadi dari perusahaan ekspedisinya,” tambahnya.

Selain itu, Bawaslu bersama pihak kepolisian juga berencana menjemput surat suara tersebut ke Bawaslu Kampar dalam waktu dekat ini.

“Sampai saat ini, surat suara tersebut masih diamankan oleh pihak Bawaslu Kampar. Untuk pengambilan barang bukti, tentunya kami akan berkordinasi dengan pihak kepolisian, Gakkumdu,” tutup Hamdan.

Sebelumnya, 5 jenis surat suara yang sampai di KPU Tanah Datar Pada 9 April tersebut diantaranya, surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden, surat suara DPRD dapil Tanah Datar 1, DPRD Tanah Datar dapil 2, DPRD Tanah Datar dapil 3, dan DPRD Tanah Datar dapil 4. Sementara, 3 jenis surat suara yang tidak diterima oleh KPU Tanah Datar pada tanggal 9 adalah surat suara DPD RI daerah pemilihan Sumatera Barat, surat suara DPR RI daerah pemilihan Sumbar 1 dan surat suara DPRD Provinsi daerah pemilihan 6. (eym)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top