Budaya

Kemenpar Apresiasi Festival Pesona Minangkabau

Tanah Datar, Prokabar – Festival Pesona Minangkabau 2019 secara resmi dimulai. Bertempat di Istano Basa Pagaruyung, event tahunan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar ini dibuka langsung secara resmi oleh staf ahli Kementrian Pariwisata RI bidang Multikultural, Esti Reko Astuti, Rabu (4/12).

Pada prosesi pembukaan, event ini turut dihadiri dan disaksikan oleh asisten 3 Pemprov Sumbar, Nasir Ahmad, Raja Pagaruyung Sultan M Farid Thaib Tuanku Abdul Fattah, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi mengatakan jika Festival Pesona Minangkabau diselenggarakan sebagai wadah pelestarian budaya Minangkabau. Selain itu, festival ini juga sebagai bentuk memperkenalkan adat dan budaya masyarakat Minangkabau kepada masyarakat banyak.

Dengan bangga, Bupati mengatakan jika festival ini merupakan satu satunya festival budaya minangkabau yang ada di Sumatera Barat.

“Yang menjadi pertanyaan, mengapa diadakan di Batusangkar. Kami pernah menghadap kepada bapak Gubernur. Di beberapa tempat selalu diadakan berbagai macam festival, tapi kami minta khusus di Tanah Datar hanya satu festival budaya, karena Tanah Datar itu, pusek jalo pumpunan ikan budaya Minangkabau,” ucap Bupati di hadapan masyarakat Tanah Datar dan undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengatakan, selain diisi dengan kesenian dan budaya Minangkabau, event ini juga akan turut partisipasi daerah dari provinsi tetangga, seperti Siak, Palembang dan beberapa daerah lainnya.

Pada event FPM 2019 ini terdapat setidaknya 16 kegiatan menyemarakkan iven tahun ini, diantaranya pawai budaya, arakan jamba, makan bajamba, pemecahan rekor MURI, Pagaruyung Expo, pagelaran seni spesifik Minangkabau, pagelaran seni budaya Melayu, Festival Matrilenial, Pameran Foto Pesona Wisata dan Budaya Tanah Datar, Kampung Kopi, Dialog Budaya, Pacu Jawi, Pasar Van der Capellen, Tanah Datar Tourism Award, Pemilihan Media Tradisional serta ada hiburan artis Minang.

Sementara itu, staf ahli Kementrian Pariwisata RI bidang Multikultural, Esti Reko Astuti dalam sambutannya mengatakan jika FPM telah beberapa kali dilaksanakan dan telah menjadi 100 kalender of event wonderful. Pada event tahun 2020 mendatang event ini juga akan termasuk kedalam kalender event Kementrian Pariwisata RI.

“Festival ini juga bisa dijadikan alat untuk mempromosikan Tanah Datar, Sumatera Barat dan Indoensia secara umum,” ujar Esti Reko Astuti.

Sebanyak 16 aktifitas kegiatan dalam FPM 2019 diapresiasi oleh Kemenpar RI. Menurut pihak Kementrian sendiri, 16 aktifitas event itu sangat menarik dan luar biasa. Terlebih, salah satu dari aktifitas kegiatan terdapat kegiatan ynag dicetus oleh kaum milenial, yakninya pasar Van Der Capellen.

“Itu potensi yang kita miliki (pasar Van Der Capellen) yang beberapa waktu lalu telah mendapatkan award. Satu pasar Van Der Capellen satu lagi kopi kawa daun,” ujarnya lagi.

Esti mengungkapkan, untuk bisa sebuah event masuk ke dalam 100 kalender of event wonderful sangatlah sulit, dan mesti melalui beberapa prosedur. Untuk itu, perlu komitment dan konsistensi dari seluruh stakeholder terkait event ini dan bisa berkelanjutan.

Selain itu, Esti juga berharap pemerintah daerah bisa mengkomunikasikan atau mempromosikannya ke daerah daerah lain, dengan tujuan bisa hadir dan berpartisipasi terhadap FPM yang akan datang. Terlebih, festival ini juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Tanah Datar.(eym)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top