Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II

Penulis -

Selasa, 4 Maret 2025 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Natalius Pigai, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), menyatakan dukungan penuh pemerintah atas upaya Repatriat Equity Claiming atau reclaiming aset yang dirampas Inggris pada masa peristiwa Geger Sepehi 1812.

Proses reclaiming yang dilakukan oleh keluarga besar keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono II mencakup harta benda berupa artefak, manuskrip, prasasti, dan berbagai benda bersejarah lainnya. Berbagai kementerian—mulai dari Kebudayaan, Luar Negeri, Hukum dan HAM, hingga Pendidikan dan Kebudayaan—telah berperan aktif dalam upaya pengembalian aset tersebut.

Natalius menjelaskan bahwa informasi awal mengenai status kepemilikan aset tersebut masih perlu dikonfirmasi. “Kami akan menunggu laporan resmi dari keluarga trah HB II dan melakukan konfirmasi dengan keraton Jogja untuk menentukan apakah barang-barang tersebut merupakan domain kerajaan atau domain private,” ujarnya.

Natalius Pigai, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) saat diwawancarai awak media

Hal ini penting untuk menentukan legal standing aset tersebut, mengingat jika termasuk domain kerajaan, prosedur hukum yang diperlukan akan berbeda dengan aset yang bersifat pribadi.

“Kekayaan aset seperti prasasti, artefak, dan manuskrip harus menjadi milik sendiri. Prosedur internasional tentang reclaiming harus diperjuangkan dengan dukungan penuh pemerintah,” jelasnya.

Dukungan terhadap proses reclaiming tidak hanya datang dari Kementerian HAM. Yayasan Vasatii Socaning Lokika, melalui juru bicara Ary Irawan, menyatakan komitmennya untuk mendukung perjuangan keluarga besar keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono II.

Ary Irawan menekankan bahwa proses pengembalian aset secara internasional—termasuk melalui International Court of Justice di PBB—merupakan langkah penting guna mengembalikan hak-hak yang telah dirampas secara unlawful oleh Inggris pada masa peristiwa Geger Sepehi 1812.

Peristiwa Geger Sepehi 1812 merupakan momen kelam dalam sejarah Keraton Yogyakarta. Penyerangan yang dipimpin oleh Sir Thomas Stanford Raffles ini tidak hanya mengakibatkan perampasan harta benda milik Sri Sultan Hamengkubuwono II, namun juga diwarnai oleh penjarahan dan pemindahan aset secara paksa ke tanah Inggris.

Keterangan ini telah dikonfirmasi oleh Menteri Kebudayaan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR RI, dan juga telah disampaikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Baik pejabat pemerintah maupun ahli waris melihat peristiwa tersebut sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan. “Kami hadir bersama pihak keluarga besar untuk mendiskusikan dukungan, masukan, dan arahan dalam rangka melakukan proses reclaiming equity aset kepada pemilik sah,” tambah Natalius Pigai.

Menteri HAM pun menyambut baik proses audiensi antara keluarga besar keturunan Sri Sultan HB II dengan pihak pemerintah. Beliau berharap, dengan data-data valid yang dimiliki keluarga tersebut, nantinya akan diperkenankan untuk melakukan audiensi langsung dengan Presiden Republik Indonesia guna menunjukkan keabsahan data yang ada.

“Kami berkomitmen untuk mendukung pengembalian aset yang merupakan hak milik bangsa. Seluruh upaya ini harus dilakukan dengan prosedur yang tepat, terlebih apabila menyangkut aspek legal baik sebagai domain kerajaan maupun kepemilikan pribadi,” pungkasnya.

Dengan dukungan penuh pemerintah dan sinergi antar lembaga, proses reclaiming aset yang selama ini dipersengketakan diharapkan dapat segera mencapai titik terang dan mengembalikan kekayaan sejarah bangsa kepada pemilik sahnya. (beb)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan
Arus Sungai Meluap Hingga Banjir, BPBD Pasaman Kerahkan Alat Berat

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Daerah

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:04 WIB