Pengarang: Dr. Yandri, M.Sn.
Penerbit: Teraseni
Tahun Terbit: 2026
Kategori: Seni Kriya, Desain Berkelanjutan, Budaya Minangkabau
Buku ini lahir dari disertasi doktor Dr. Yandri di Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang. Sebagai seorang akademisi seni yang pernah menjabat Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Padangpanjang, penulis berhasil menyatukan dua dunia: seni desain dan ilmu lingkungan.
Ringkasan Isi
Buku ini memperkenalkan konsep Ortologi Ecoprint Minangkabau, seperangkat prinsip dasar untuk mengembangkan teknik ecoprint berbasis kearifan lokal. Dr. Yandri mendokumentasikan 17 jenis tumbuhan lokal Sumatera Barat yang menghasilkan 68 variasi warna alami, serta mengadaptasi 10 motif tradisional Minangkabau (pucuak rabuang, siriah gadang, itiak pulang patang, dll.) ke dalam teknik ecoprint. Buku ini juga membahas pemilihan mordan alami, uji ketahanan warna, dan strategi produksi yang ramah lingkungan.
Analisis & Kelebihan
Salah satu nilai terbesar buku ini adalah kontribusinya terhadap dimensi kesehatan dan lingkungan. Industri tekstil konvensional dikenal sebagai salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia. Pewarna sintetis mengandung bahan kimia berbahaya (seperti azo dyes, heavy metals, dan formalin) yang mencemari sungai, merusak ekosistem akuatik, dan mengganggu kesehatan manusia.
Melalui ecoprint berbasis tumbuhan lokal, buku ini menawarkan alternatif mengurangi paparan bahan kimia beracun. Pewarna alami dari daun, kulit buah, dan akar tidak mengandung zat karsinogenik maupun alergen kuat. Hal ini sangat bermanfaat bagi kesehatan pekerja (perajin), terutama ibu-ibu rumah tangga yang sering terlibat dalam proses produksi.
Limbah proses ecoprint bersifat biodegradable (mudah terurai alam) sehingga tidak menimbulkan pencemaran jangka panjang seperti limbah tekstil kimia. Mendukung keberlanjutan ekosistem. Dengan mendokumentasikan dan memanfaatkan tumbuhan lokal, buku ini mendorong pelestarian biodiversitas dan mengurangi ketergantungan pada bahan impor berbasis petrokimia.
Produk ecoprint yang dihasilkan aman bersentuhan langsung dengan kulit, cocok untuk produk bayi, pakaian dalam, dan fashion sehari-hari. Ini selaras dengan prinsipSafer by Design dalam kesehatan linukungan.
Dr. Yandri juga secara eksplisit menghubungkan praktik ecoprint dengan SDGs, khususnya tujuan ke-3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), ke-12 (Produksi dan Konsumsi Bertanggung Jawab), dan ke-15 (Ekosistem Darat).
Buku ini sangat inspiratif di tengah banjir produk fashion cepat (fast fashion) yang berpotensi merusak lingkungan. Ortologi Ecoprint Minangkabau menawarkan alternatif yang indah, bermakna, dan berkelanjutan. Saya menyukai semangat penulis yang ingin memberdayakan pelaku UMKM melalui teknik ini. Buku ini berhasil mengingatkan kita bahwa inovasi terbaik sering kali lahir dari kembali ke akar, kembali ke alam dan kearifan lokal.
Dr. Eka Budi Satria, MPH
Dosen Universitas Fort De Kock, Bukittinggi
















