Pessel, Prokabar – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesisir Selatan (Pessel), membakar atau memusnahkan 33,78 Kilogram ganja dan 70,28 Gram sabu.
Kejari Pessel, Yeni Puspita mengatakan, barang bukti itu merupakan hasil perkara pidana penyalahgunaan dan peredaran narkoba selama periode Januari-Juli 2019.
“Itu perintah pengadilan. Karena telah memiliki kekuatan hukum tetap,” ujarnya pada wartawan di Painan Rabu (7/8).
Pembakaran barang bukti itu, dihadiri Kapolres Pessel, Fery Herlambang, S.Ik. Kepala Dinas Kesehatan, Satria Wibawa, Asisten I Pemerintah Pessel, Muskamal, Direktur Rumah Sakit Umum Pratama Tapan, drg. Asrul, Perwakilan Komando Distrik Miiter (Kodim) 0311 Pesisir Selatan dan perwakilan siswa Sekolah Menengah Atas di Painan.
Selain narkoba, Kejaksaan Negeri pihaknya juga memusnahkan obat-obatan sitaan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sumbar di Kecamatan Basa IV Balai.
Untuk tahun ini, lanjut Yeni, jumlah narkoba dan obat-obatan yang dimusnahkan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Bahkan, dari jumlah perkara pun terkonfirmasi mengalami peningkatan.
“Sampai semester I tahun ini saja sudah 50 perkara. Kalau jumlah tahun lalu persisnya lupa saya,” tuturnya.
Menurutnya, peningkatan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Pesisir Selatan butuh perhatian serius dari pemerintah daerah.
Sementara, pembentukkan Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Pesisir Selatan masih terganjal moratorium dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Kepala Bagian Kesbangpol, Edi Dharma Putra menyampaikan, alasan moratorium adalah efisiensi. Sebab, gaji dan operasional dua tahun pertama ditanggung pemerintah pusat.
“Jadi, kita disuruh memanfaatkan BNNK yang ada saja dulu. Yang kena moratorium bukan kita saja, tapi 70 kabupaten di Indonesia,” jelasnya.
Pesisir Selatan sebelumnya mengusulkan pembentukkan BNNK sejak 2017. Sebagai kesiapan, pemerintah daerah telah menyiapkan kantor dan anggaran operasional.
“Mudah-mudahan di 2020 terealisasi. Kita sudah koordinasi. BNNK memang sangat kita butuhkan,” tutupnya.(min)
















