Kampanye di Merauke, Prabowo Sebut Indonesia Timur Kerap Terlupakan

Penulis -

Selasa, 26 Maret 2019 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merauke, Prokabar – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyebut pemerintah pusat kerap melupakan kesejahteraan dan pembangunan di wilayah Indonesia timur. Hal itu disampaikan Prabowo saat menggelar kampanye di Merauke, Papua, Senin (25/3).

“Indonesia negara kesatuan, sekarang harus memperhatikan daerah-daerah yang kadang terlupakan oleh pusat, Indonesia Timur salah satunya. Dan itu lah komitmen kita untuk membangun dan memperhatikan masyarakat Timur Indonesia,” ungkap Prabowo, di hadapan masyarakat Merauke, dalam keterangan pers, Senin (25/3).

Berangkat dari persoalan itu, mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mengusung tagline ‘Bergerak dari Timur untuk Menyelamatkan Indonesia’. Prabowo mengatakan dirinya bersama Sandiaga berkomitmen membangun masyarakat Papua agar mendapatkan kesejahteraan yang selama ini dinilainya tidak diperhatikan oleh pemerintah.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Kampanye terbuka Prabowo Subianto di Merauke mengambil tempat di Lapangan Mandala, Merauke. Saat mendarat di Bandara Mopah di ujung timur Indonesia itu, Prabowo langsung disambut oleh tarian adat Gatsi khas masyarakat adat tradisional suku Marind yang merupakan suku asli Merauke.

Tak hanya disambut dengan tarian Gatsi, Prabowo juga disematkan topi adat Himbo dan Bawai sejenis rompi adat suku Marind oleh tokoh adat setempat.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Pada kesempatannya berkampanye di daerah berbatasan dengan Papua Nugini tersebut, Prabowo tak lupa menyampaikan rasa bela sungkawanya atas musibah banjir bandang yang terjadi di Sentani, Jayapura.

Prabowo juga menjelaskan bahwa dirinya berencana akan mengunjungi para korban bencana banjir bandang di Sentani untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.

“Saya ucapkan bela sungkawa terhadap bencana yang terjadi di Sentani korban banjir bandang. InsyaAllah saya akan berangkat ke Sentani untuk mengunjungi mereka,” ungkap Prabowo.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Selain korban banjir bandang di Sentani Jayapura yang menewaskan 105 orang, Prabowo juga mengungkapkan keprihatinannya kepada para masyarakat Kabupaten Nduga yang menjadi pengungsi akibat konflik yang terjadi di wilayahnya.

Prabowo mengaku telah memerintahkan kepada seluruh jajaran pengurus Partai Gerindra di Indonesia untuk terjun mengirimkan bantuan kepada para pengungsi masyarakat Nduga yang berada di Wamena Jayawijaya maupun di daerah lainnya. Demikian CNNIndonesia.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sudah Dipetakan, Ini Indeks Kerawanan Pemilu di Pasaman
KPU Diminta Jaga Kerahasiaan Daftar Pemilih
Dicairkan, Ini Jumlah Dana Santunan Untuk Petugas KPPS yang Gugur Usai Pemilu 2019 di Pasaman
KPU Sumbar : Pemilu 2019 Tugas Luar Biasa
KPU Sumbar Gelar Diseminasi Hasil Riset Kepemiluan 2019
E-Rekap Diusulkan Jadi Hasil Resmi Pemilu
Pemilu Sukses di Pasaman, KPU Pasaman Berikan Ini Pada PPK, PPS, KPPS dan PAM TPS
KPU Laporkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu Kepada Presiden

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2020 - 20:34 WIB

Sudah Dipetakan, Ini Indeks Kerawanan Pemilu di Pasaman

Sabtu, 25 Januari 2020 - 10:45 WIB

KPU Diminta Jaga Kerahasiaan Daftar Pemilih

Senin, 20 Januari 2020 - 20:25 WIB

Dicairkan, Ini Jumlah Dana Santunan Untuk Petugas KPPS yang Gugur Usai Pemilu 2019 di Pasaman

Senin, 30 Desember 2019 - 09:30 WIB

KPU Sumbar : Pemilu 2019 Tugas Luar Biasa

Minggu, 22 Desember 2019 - 22:42 WIB

KPU Sumbar Gelar Diseminasi Hasil Riset Kepemiluan 2019

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB