Jakarta, Prokabar — Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait meminta agar semua pihak hadir untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari bahaya HIV/AIDS.
Arist mengatakan sudah banyak anak-anak menjadi korban terpapar atau terinfeksi HIV/ADS yang bersumber dari orangtuanya sendiri. Ia pun menyebut ada juga kasus anak usia balita terpaksa meregang nyawa akibat terinfeksi HIV/AIDS.
“Oleh sebab itu, sudah sepatutnya dan selayaknyalah, atas nama kemanusiaan, demi masa depan serta kepentingan terbaik anak, masyarakat, pemerintah dan negara wajib hadir untuk menyelamatkan anak-anak dari bahaya HIV AIDS yang sedang mengancam,” kata Arist dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (2/12).
Ia meminta agar pemerintah di seluruh Indonesia wajib menyediakan anggaran kesehatan yang cukup untuk menjamin dan menyelamatkan anak-anak dari bahaya HIV/AIDS.
Selain anggaran, jelas dia, program pencegahan dan deteksi dini kepada kelompok potensial terpapar atau terinfeksi HIV/AIDS dari orangtuanya dan hubungan seksual remaja sejenis harus menjadi program unggulan.
Ia juga meminta agar masyarakat tidak membenci, mengucilkan dan memberi stigma negatif terhadap pengidap HIV/AIDS. “Pemerintah wajib menjamin perlindungan kesehatan bagi korban khususnya bagi anak-anak yang terinfeksi atau terpapar HIV dan AIDS,” tegasnya.
Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah melibatkan pemangku dan pegiat perlindungan lebih aktif memberikan informasi soal penularan HIV/AIDS.
“Dengan demikian anggota masyarakat paham dan mendapat infornasi yang benar sehingga tidak dalam ketakutan ketika menghadapi anak-anak yang terinfeksi HID/AIDS dan tidak main hakim sendiri. Disinilah pentingnya kehadiran pemerintah,” tuturnya. (*/hdp)
















