Iduladha, Peristiwa Monumental Nabi Ibrahim untuk Dekat Dengan-Nya

Penulis -

Rabu, 8 Agustus 2018 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar –  Sudahkah Anda memergoki banyak kambing dan kerbau di pinggir jalan? Ya, Jika Anda mencium bau khas kambing di pinggir jalan, maka tak ayal perayaan Iduladha akan segera datang.

Iduladha merupakan salah satu perayaan hari besar yang selalu dinantikan umat muslim di dunia, tak terkecuali Indonesia. Perayaan hari besar umat muslim tersebut dirayakan bertepatan dengan “musim haji” setiap tahunnya dan menjadi hari libur nasional di Indonesia.

Peristiwa yang paling monumental ini terjadi dikala hari penyembelihan Nabi Ismail yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim itu datang. Nabi Ibrahim memang dikenal memiliki kecintaan yang tinggi terhadap Allah SWT. Nabi Ibrahim pernah berkurban 1000 kambing, 300 sapi, dan 100 onta. Hingga malaikat dan orang-orang pun kagum pada Nabi Ibrahim AS.

Dan, Nabi Ibrahim AS berkata, “Setiap apa pun yang membuat aku (Nabi Ibrahim AS) dapat dengan Allah, maka tidak ada sesuatu yang berharga bagiku. Demi Allah, jika aku mempunyai seorang anak, niscaya aku akan menyembelihnya,”

 

Nadzar yang Terucap

Waktu berlalu begitu lamban. Suatu waktu Nabi Ibrahim dan istrinya Hajar yang merindukan kehadiran keturunan selama bertahun-tahun lamanya, akhirnya dikaruniakan anak.

Tepat pada tanggal 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim tidur dan bermimpi. Dalam mimpi tersebut seseorang berkata, “Wahai Ibrahim, tepatilah janjimu!” Setelah bangun dari tidur, Nabi Ibrahim berpikir dan berangan-angan ataukah syetan? Sehingga hari itu disebut hari Tarwiyyah.

Tarwiyah berasal dari kata rowa yurowwi tarwwiyah yang artinya merenung. Dinamakan hari tarwiyah karena pada hari itu, Nabi Ibrahim berpikir dan merenung atas kejadian masa lalu berupa janji atau nadzar yang terlupakan.

Pada keesokan harinya, tanggal 9 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim mengetahui ternyata mimpinya berasal dari Allah. Sehingga pada tanggal tersebut dikenal dengan hari Arofah.

Arofah berasal dari kata arofa ya’rifu arfan, yang artinya mengetahui. Mengetahui bahwa mimpi tersebut bukan dari setan. Lalu pada tanggal 10 Dzulhijjah terjadilah peristiwa penyembelihan atau nahr, dimana hari itu dikenal dengan yaumun nahr, dimana Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail.

Godaan dan rayuan datang berkali-kali, sebelum Nabi Ismail disembelih. Mulai dari bisikan ke Hajar untuk membatalkan penyembelihan tersebut. termasuk Nabi Ismail pun dirayu oleh setan. Akhirnya, Nabi Ismail mengambil batu dan melemparkannya kepada Iblis. Peristiwa itulah menjadi momen dalam haji yaitu melempar jumroh.

Setelah sampai di Mina, Nabi Ibrahim berkata kepada putranya, sebagaimana tertulis dalam Asshofat 102, “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu”.

Tak hanya Nabi Ibrahim sebagai ayah, bagi Nabi Ismail ini pun merupakan ujian selaku anak. Apakah Nabi Ismail bersabar dengan perintah Allah ini? Apakah Nabi Ismail menolak perintah Allah untuk disembelih? Ataukah Nabi Ismail menerima atau taat perintahnya?

Nabi Ismail pun menjawab “Wahai ayahku, lakukan apa yang diperitahkan kepadamu, Insya Allah Engkau akan menemuiku termasuk orang-orang yang sabar”. Sebagaimana Asshofat ayat 100:

“Ya, Tuhanku, anugerahkan kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang sholeh”.

 

Kurban Dalam Bentuk Syukur

Melewati ujian itu, tak lama Malaikat Jibril pun datang dengan membawa seekor domba yang besar. Domba tersebut merupakan domba kurban habil – putra Adam – yang masih hidup di Surga. Kemudian, kurban tersebut dijadikan tebusan atau ganti Nabi Ismail. Malaikat Jibril pun datang dengan rasa ta’dzim (hormat) kepada Nabi Ibrahim.

Ada banyak hikmah yang dapat dipetik dalam kehidupan Nabi Ibrahim. Dimana komunikasi dalam keluarga harus selalu dibangun. Seorang ayah harus mampu mengajak bermusyawarah kepada istri dan anaknya. Kuatkan iman, yang terbaik akan datang setelah kita bersabar, pasrah kepada Allah. Dan sucikan harta selain dengan zakat juga dengan berkurban hewan yang sesuai dengan kriteria yang baik. Karena tidak ada sesuatu yang berharga, selain bisa dekat dengan-Nya. Selamat menyambut Iduladha 1439 Hijriyah. (rsk)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Udin Rahmany, Guru Agama dan Politik Hajjah Rasuna Said
Kisah Pidato Presiden Soekarno di Bawah Pohon Beringin SGB Maninjau
Sejarah Singkat KJA Danau Maninjau
Mengenal Sosok Raja Bagindo Ali, Ulama Minangkabau Penyebar Agama Islam di Filipina
Sejarah Tuanku Imam Bonjol, Pahlawan Nasional Berjasa dari Tanah Minang
Nasihat Angku Yus: Indahnya Surau Hilang sejak Orde Lama
Sarungan, Cara Melawan Kompeni
Catatan Singkat Bencana Alam Di Danau Maninjau

Berita Terkait

Rabu, 21 September 2022 - 23:07 WIB

Udin Rahmany, Guru Agama dan Politik Hajjah Rasuna Said

Rabu, 21 September 2022 - 21:30 WIB

Kisah Pidato Presiden Soekarno di Bawah Pohon Beringin SGB Maninjau

Kamis, 15 September 2022 - 16:15 WIB

Sejarah Singkat KJA Danau Maninjau

Senin, 11 Oktober 2021 - 12:18 WIB

Mengenal Sosok Raja Bagindo Ali, Ulama Minangkabau Penyebar Agama Islam di Filipina

Sabtu, 9 Oktober 2021 - 19:12 WIB

Sejarah Tuanku Imam Bonjol, Pahlawan Nasional Berjasa dari Tanah Minang

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB