ICOMOS Tinjau Keotentikkan Tambang Batu Bara Ombilin

Penulis -

Senin, 3 September 2018 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Keotentikan Tambang Batu Bara Ombilin (TBBO) Sawahlunto, Sumatera Barat ditinjau International Council on Monuments and Sites (ICOMOS) sehingga layak dijadikan Warisan Budaya Dunia oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

“Penilaian fokus pada aspek otentisitas dan pengelolaan situs serta teknologi yang digunakan TBBO yang membuatnya unik dibanding situs-situs lain di dunia,” kata Ketua Tim ICOMOS, Sarah Janes, Senin (3/9) di Padang.

ICOMOS adalah satu dari tiga organisasi penilai formal yang diberi mandat oleh UNESCO untuk melakukan evaluasi terhadap situs-situs yang diusulkan menjadi Warisan Budaya Dunia.

Sarah menyebutkan ICOMOS akan melihat fakta-fakta di lapangan, pengelolaannya, pihak-pihak yang terkait, bagaimana koordinasinya dan telah sejauh mana, integritas, komitmen, otentisitas, melihat batasan-batasan daerah TBBO.

Selain itu juga akan dilihat teknis penambangannya, untuk menilai teknologi yang digunakan yang membuatnya unik di antara situs lain di dunia.

Hasil penilaian itu nantinya akan dijadikan pertimbangan utama UNESCO untuk memutuskan apakah TBBO patut ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia.

“Saya menyadari penominasian ini merupakan buah komitmen dan pengerahan sumber daya dari banyak pihak. Saya harap setelah kunjungan singkat kami ini, TBBO semakin dekat dengan tujuan dan situs ini menjadi warisan budaya dunia,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti mengatakan upaya menjadikan TBBO jadi Warisan Budaya Dunia telah melewati proses panjang sejak empat tahun lalu.

Hari ini ICOMOS langsung turun untuk melakukan evaluasi.

“Mudah-mudahan ini menjadi evaluasi terakhir dan situs bisa segera ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia,” katanya.

Sementara itu Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar Nurmatias, mengungkapkan tim ICOMOS akan mengunjungi sejumlah titik yang terkait dengan seluruh proses produksi dan distribusi batu bara dan akses-akses transportasinya di, dan dari Kota Sawahlunto ke Teluk Bayur.

Titik yang dikunjungi diantaranya Silo Teluk Bayur, Stasiun Kayu Tanam, Jembatan Tinggi di perbatasan Kota Padang Panjang-Padang Pariaman, dan Stasiun Solok, Sungai Lasi.

Titik itu bisa menggambarkan seluruh keunikan historis dan teknis TBBO dari hulu hingga hilir.

“Ini membuktikan manfaat penetapan TBBO jadi Warisan Budaya Dunia tidak hanya untuk Sawahlunto, tetapi juga berkontribusi untuk wilayah lain di Sumbar,” ucapnya.

Ia berharap Pemprov Sumbar bisa mengkoordinasikan kabupaten/kota yang tercakup dalam kawasan TBBO, yaitu Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di kesempatan yang sama menyebutkan agar seluruh pihak, baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota untuk memberi dukungan penuh agar TBBO benar-benar dapat menjadi salah satu Warisan Budaya Dunia yang diakui UNESCO.

“Sawahlunto tentu tidak mungkin sendiri tanpa bantuan daerah tetangga,” ujarnya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Udin Rahmany, Guru Agama dan Politik Hajjah Rasuna Said
Kisah Pidato Presiden Soekarno di Bawah Pohon Beringin SGB Maninjau
Sejarah Singkat KJA Danau Maninjau
Mengenal Sosok Raja Bagindo Ali, Ulama Minangkabau Penyebar Agama Islam di Filipina
Sejarah Tuanku Imam Bonjol, Pahlawan Nasional Berjasa dari Tanah Minang
Nasihat Angku Yus: Indahnya Surau Hilang sejak Orde Lama
Sarungan, Cara Melawan Kompeni
Catatan Singkat Bencana Alam Di Danau Maninjau
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 September 2022 - 23:07 WIB

Udin Rahmany, Guru Agama dan Politik Hajjah Rasuna Said

Rabu, 21 September 2022 - 21:30 WIB

Kisah Pidato Presiden Soekarno di Bawah Pohon Beringin SGB Maninjau

Kamis, 15 September 2022 - 16:15 WIB

Sejarah Singkat KJA Danau Maninjau

Senin, 11 Oktober 2021 - 12:18 WIB

Mengenal Sosok Raja Bagindo Ali, Ulama Minangkabau Penyebar Agama Islam di Filipina

Sabtu, 9 Oktober 2021 - 19:12 WIB

Sejarah Tuanku Imam Bonjol, Pahlawan Nasional Berjasa dari Tanah Minang

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB