Bukittinggi, Prokabar – Gebrakan Donny Andri Magek Piliang, seorang Caleg untuk DPRD Sumbar Dapil Bukittinggi-Agam menjadi buah bibir masyarakat di kawasan itu. Dia dengan berani memasang foto diri bersama foto Paslon Presiden 01 Jokowi-Ma’ruf di kawasan yang disebut-sebut sebagai lumbung Prabowo itu.
Alat Peraga Kampanye (APK), Donny Magek, Caleg Hanura ini dikenal warga termasuk berani karena isu beredar di Bukittinggi persentase pemilih memilih 01 tidak sampai 7 persen.
Spanduk APK Donny Magek yang terpasang kokoh di beberapa titik seperti Mandiangin, Jambu Air dan lain-lain yang menyertakan foto Capres dan Cawapres 01 Jokowi Ma’aruf serta Ketua Umum Hanura Osman Sapta.
Menurut, Indra Sakti Lubis, Ketua SMPT Unand 1994-1995 mengatakan berpolitik melalui partai membutuhkan keberanian untuk sejalan dan tegak lurus dengan kebijakan partai.

Apalagi dalam hal mendukung kepemimpinan nasional yaitu mendukung Jokowi – KH Ma’ruf Amin untuk melanjutkan pembangunan dan kemajuan di Indonesia.
“Sudah tepat Hanura mendukung kepemimpinan Pak Jokowi. Terlebih di kalangan kader Hanura, siap berjibaku untuk itu,” ujarnya.
Dia mengatakan, Jokowi itu orang baik dan tetap memberikan perhatian penuh ke Sumbar walaupun kalah telak tahun 2014. “Ini tentu menjadi inspirasi yang baik bagi sahabat saya Donny Magek untuk terus mengawal perhatian dan program-programm yang akan diimplementasikan pemerintah pusat di Sumbar pada masa kepemimpinan Pak Jokowi berikutnya,” sambungnya.
Senada dengan itu, Albadri Arif, Aktifis SPI menyatakan disitulah pertarungan yang sebenarnya. “Ajaklah bertarung di wilayah lawan. Menurut saya sudah pas, karena baik pileg/pilpres adalah adu ide dan gagasan dalam membangun bangsa dan negara baik pada tingkatan propinsi/kabupaten, bahkan desa, sebagai bentuk pendidikan politik bagi konstituen dalam suatu wilayah, baik yang memilihnya maupun yang tidak memilihnya,” ujar pria yang akrab disapa Boneng ini.
Dikatakan, Donny magek yang dikenalnya sebagai aktivis di kampus turut andil digaris depan mendesak soeharto turun dari kekuasaanya yang oteriter selama 32 tahun berkuasa.
“Dengan majunya Donny Magek di wilayah yang konon katanya basis Prabowo adalah bukti ketegasan, padangan dan sikap seorang Donny Magek yang bertarung di area lawan dengan terang-terangan mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin,” sambungnya.
“Kita perlu apresiasi dan mendukung, karena tidak ada anak-anak muda yang berani menantang arus dalam hal politik.
Kita membutuhkan sosok yang tegas dalam bersikap,” ujarnya lagi.
Begitupun Joni Sujarman, aktifis buruh dan pencinta alam menyatakan sebagai kawan yang mengenal Donny Magek, dia yakin bahwa Donny memiliki kapasitas, integritas dan mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Berjuang memenangkan Donny Magek, artinya sama berjuang menuju hidup yang lebih baik.
Memilih Donny Magek artinya sama dengan memilih arah yang lebih baik.
“Donny Magek menegaskan diri dengan jelas, terang benderang, mendukung dan memilih Jokowi-Amin di wilayah yang mayoritas pendukung Prabowo. Sikap Donny Magek adalah bentuk sebuah keberanian bersikap. Keberanian bersikap inilah yang langka ditemui pada politisi saat ini,” katanya.
Sementara Kumar Chan, aktifis Dewan Kota dan pengurus harian Kadin Kota Bukitringgi mengatakan memang dalam dunia politik praktis orang mengangap harus bersikap abu-abu dan sikap itu banyak dilakukan selama ini
Maka kondisi yang ada berakibat sebagaimana dirasakan sekarang ini semua ambivalen susah dipedomani dalam arti kata janji juga keputusan politik dan sebaginya menjasi lips service belaka
“Maka sikap politik yang dilakukan oleh Donny Magek Piliang dalam sosialisasinya sangat mencengangkan banyak pengamat, karena sangat fenomenal dan beresiko tinggi bagi pribadinya dalam bertarung,” ujarnya.
“Namun saya secara pribadi mengacungkan jempol karena politik sejati harus bersikap ksatria dalam kancahnya. Tiada kata takut dalam bertarung karena keputusan yang diambil tentu semua punya resiko.
Kalau tidak mau menangung resiko jangan tapakkan kaki ke arena politik praktis. Jadikan saja sikap sebagai pekerja politik karena orang awam toh mengangap juga politikus,” pungkasnya.(*/mbb)
















