Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Dua Pekan Hilang, Warga Jorong Sawahan Nagari Pangian Ditemukan sudah Jadi Tengkorak di Kebun Karet

Dibaca : 4.4K

Tanahdatar, Prokabar — Mayat seorang pria ditemukan telah membusuk olej warga didalam rimba di kenagarian Pangian, Kecamatan Lintau Buo, sabtu (21/11). Kuat dugaan, mayat terebut tewas bunuh diri sejak beberapa hari yang lalu.

Awal mula penemuan mayat tersebut, ketika beberapa pemuda, Ari Sisnanda (34) M. Aditia (26), dan Rahul (20), warga Galapuang, Jorong Koto Gadang, Nagari Pangian yang tengah mencari tumbuhan porang-porang di dalam kebun dan lereng-lereng sepanjang rimba yang ada di kawasan tersebut. Saat berada di kebun karet di kawasan Lokuok Dugo, ketiganya mencium bau amis.

“Awalnya ditemukan oleh para saksi berupa tengkorak tanpa identitas, diperkirakan jenis kelamin laki-laki, berpakaian celana pendek levis warna biru, ” ujar Iptu Surya Wahyudi, Kapolsek Lintau Buo.

“Awalnya ditemukan kaki dengan pakaian celana pendek dan selanjutnya saksi menemukan tengkorak yang lebih kurang 100 meter dari kaki ditemukan sebelumnya. Para saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada masyarakat, ” ujar Kapolsek.

Jenazah dievakuasi dalam hujan lebat yang saat itu mengguyur lokasi penemuan. Jenaxah di bawa ke Puskesmas Lintau Buo di Tigo Jangko.

Setelah ditelusuri, ternyata ada salah satu warga Jorong Sawahan, Nagari Pangian yang kehilangan suaminya.

“Kami mendatangi keluarga tersebut dan membawanya ke puskesmas tempat mayat diletakan sementara. Setelah memeriksa isi kantong celana dari mayat ditemukan satu buah kunci motor yang dikenal oleh si istri. Dengan petunjuk itu, dapat dipastikan bahwa mayat yang ditemukan gantung diri itu adalah mayat yang bernama Igit Marlis, 40,” sebut Kapolsek.

Igit Marlis merupakan sumando warga Pangian, dan kampung aslinya di Tanjung Bonai Aur, Sijunjung.

“Pihak keluarga sudah dikabari. Nantinya, dimana akan dikuburkan sesuai kesepakatan antara istri dan keluarga , “jelasnya.

Dari hasil keterangan sang istri ujar Kapolsek, diketahui jika Igit, laki nya tersebut pergi pagi rumah sekitar 15 hari yang lalu.

“Kuat dugaan korban depresi karena terlilit hutang. Selama masa hidupnya, korban merupakan Toke (membeli dan menjual) Padi di kampung. Informasi dari sang istri memang benar bahwa pergi nya karena ada masalah hutang piutang. Dalam usaha itu suaminya belum membayar padi yg dibeli, keluarga korban menerima kenyataan ini dan meminta akan dikebumikan sendiri dan bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak diotopsi, ” jelas Kapolsek. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top