Dua Bulan Terakhir tak Hujan, Sembilan Daerah di Sumbar Mulai Kekeringan

Penulis -

Kamis, 22 Agustus 2019 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Iklim Sicincin Sumatera Barat mengungkapkan sejumlah daerah di provinsi itu mulai mengalami kekeringan karena tidak turun hujan sejak dua bulan terakhir.

“Tidak hanya daerah zona musim tetapi daerah pesisir pantai juga mengalami penurunan curah hujan,” kata Pengamat Meteorologi Geofisika Analisis Iklim BMKG Staklim Sicincin Rizky A.Saputra, Kamis.

Ia menyampaikan daerah yang mengalami kekeringan, antara lain Kabupaten Dharmasraya, Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kabupaten Limapuluh Kota, Pasaman, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, dan Tanah Datar. Masyarakat di sejumlah daerah itu mulai merasakan dampak penurunan ketersediaan air.

Baca Juga :  UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam

“Daerah Sitiung di Kabupaten Dharmasraya saat ini mengalami hari tanpa hujan yang sangat panjang sudah lebih dari 30 hari,” kata dia.

Ia menyampaikan untuk daerah Koto Besar dan Koto Salak di Dharmasraya hingga saat ini sudah lebih dari 20 hari tanpa hujan.

Ia mengatakan hari tanpa hujan dengan kategori sangat panjang, yaitu 30 sampai 60 hari, harus diwaspadai sehingga tidak menimbulkan dampak kerugian yang lebih besar.

“Oleh sebab itu langkah-langkah mitigasi dan adaptasi perlu untuk disiapkan dalam mengatasinya,” katanya.

Baca Juga :  Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Ia menyampaikan di Sangir Jujuan di Solok Selatan tercatat hari tidak hujan selama 31 hari dengan jumlah curah hujan 47,5 milimeter dalam 50 hari, sedangkan sejak Juli hingga saat ini hujan turun hanya tiga hari.

“Bahkan berdasarkan data yang dihimpun di daerah Sungai Kunyit Sangir Balai Janggo juga sudah mulai krisis air bersih,” kata dia.

Oleh karena itu, pemangku kepentingan terkait harus mewaspadai dampak kekeringan pada sektor pertanian.

Sekitar 100 hektare areal persawahan warga di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, di Solok Selatan terancam gagal panen karena turunnya debit air Sungai Batang Sangir sehingga tidak mampu mengaliri pertanian masyarakat.

Baca Juga :  Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

BMKG memperkirakan dalam 10 hari ke depan peluang curah hujan hanya kategori rendah hingga menengah.

Untuk itu, katanya, perlu antisipasi penyesuaian pola tanam di daerah musim kering pada sawah tadah hujan dengan menyesuaikan tanaman, seperti hortikultura berumur pendek atau menunda tanam.

Selain itu, perlu pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan atau ladangnya sehingga membuat rendahnya titik api di Sumatera Barat.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi
Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga
Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif
PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026
Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026
UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam
KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:04 WIB

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB