Pasaman, Prokabar – Benar-benar ada rupanya temuan BPK Sumbar atas anggaran sepanjang tahun 2017 sebesar Rp1 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan pihak DPRD Pasaman itu.
Menyangkut hal ini, tentu tidak terlepas dari siapa yang paling besar dan siapa yang paling kecil temuan yang menyeret seluruh anggota DPRD Pasaman. Penasaran, ini dia.
Diisukan peringkat tiga besar dalam temuan ini, Wakil Ketua DPRD Pasaman, Bona Lubis, dan anggota Syahrial Thaib serta Musliarni membantah kalau mereka merupakan penyumbang terbesar temuan ini.
“Memang benar temuan itu, saya hanya Rp20 jutaan. Awalnya memang temuan ini besar, setelah dikroscek hanya Rp20 jutaan. Sudah saya kembalikan ke Negara, sisa Rp9 juta lagi. Insyallah kalau ada rezeki saya lunasi,” kata Bona Lubis dari fraksi PPP.
Lebih lanjut, Musliarni, mendengar kabar itu, ia mengaku kalau dirinya hanya Rp26 juta. “Astaga, saya hanya 26 juta. Itupun sudah saya kembalikan sisa Rp5 juta lagi,” kata Musliarni dari fraksi PPP.
Dijelaskan Musliarni, temuan-temuan itu bersumber dari berbagai kegiatan. Pada umumnya tiket pesawat dan hotel saat melakukan kunjungan kerja.
Berbeda dengan Syahrial Thaib, ia malah mengaku lupa dengan besaran yang ditilep sepanjang 2017. “Aduh, lupa saya. Pokoknya sudah saya kembalikan semuanya,” kata Syahrial, Selasa (26/6).
Saat disinggung temuan dirinya mencapai Rp60 juta, Syahrial masih mengaku lupa. “Tidak sampai, Rp50 juta pun tidak sampai. Silahkan temui Sekretaris DPRD Pasaman, di situ ada datanya,” tukas Syahrial. (Ola)
















