Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Dari Webinar SP-BSM; Bekerja dan Bermuamalah Sebagai Ibadah di Masa Pandemi

Dibaca : 104

Dari Webinar SP-BSM; Bekerja dan Bermuamalah sebagai Ibadah di Masa Pandemi

Padang, Prokabar – PT Semen Padang bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM), menggelar Webinar dengan tema, ”Bekerja dan Bermuamalah Sebagai Ibadah di Masa Pandemi”, Rabu (14/10).

Webinar yang menghadirkan Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Prof. KH.M.Cholil Nafis, LC,MA, Ph.D sebagai narasumber turut dihadiri Direktur Produksi PT Semen Padang Firdaus, Group Head Funding, Hajj and Umra BSM Vita Andrianty, Dedy Suryadi Dharmawan, Region Head RO2 Sumatera 2 BSM, Karyawan/ti Semen Padang Grup, ibu – ibu dari Forum Komunikasi Istri Karyawan, karyawan SIG dan Bank Mandiri Syariah.

“Pandemi Covid–19 ini sedikit banyak merupah pola hidup kita sehari – hari, merubah seluruh kebiasaan kita dalam banyak hal. Dari mulai cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi dengan orang lain. Perubahan–perubahan ini jika tidak ditanggapi dengan baik dalam bentuk adaptasi, tidak menutup kemungkinan akan berdampak negative terhadap kehidupan kita,” kata Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus M Dharury.

Lebih lanjut Tubagus mengatakan, webinar dengan tema ibadah ini sangat dibutuhkan di saat pandemi seperti sekarang, sehingga kita dapat mendapatkan siraman rohani yang harapannya dapat memperkuat mental kita dalam menghadapi cobaan pandemi ini.

Terkait dakwah dan muamalah, menurut Tubagus, dakwah bisa dilakukan dengan lisan dan perbuatan baik pada diri sendiri, karib keluarga, dan komunitas. Dakwah tidak boleh memaksa. Sedangkan muamalah adalah aturan Allah tentang bagaimana berinteraksi dengan sesama manusia. “Dalam masa pandemi ada aturan yang ditaati dalam bermuamalah sesama manusia,” tukasnya.

Group Head Funding, Hajj and Umra BSM Vita Andrianty pada kesempatan itu mengatakan, pekerjaan rumah bank syariah saat ini masih panjang. Hal itu dilihat dari market share perbankan syariah yang baru 8 persen.

“Ini menjadi PR bagi kami untuk meliterasi, bersilaturrahim dan memberikan pelayanan yang baik agar makin kompetitif,” katanya.
“Kami berharap Insya Allah mendapat keberkahan dari Allah dengan berkarya di bank syariah. Semoga Allah menilainya sebagai amal jariah. Ini menjadi energi yang semakin besar bagi kami di masa pandemi, dengan menjadi lebih produktif,” katanya.

Sementara, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Prof. KH.M.Cholil Nafis, LC,MA, Ph.D dalam paparannya mengingatkan bahwa dalam Islam bekerja tidak hanya untuk sekadar mencari maisyah (makan), melainkan harus diniatkan sebagai ibadah kepada Allah Swt.

“Bekerja itu bukan untuk mencari duit semata, namun ada unsur ukhrawi dan spritual yakni beribadah pada Allah. Ini mesti dipahami dalam konteks berkerja. Kalau ini sudah ada dalam diri karyawan Semen Padang, barangkali tidak perlu lagi repot-repot melaksanakan training. Training hanya untuk silaturrahim,” kata ulama yang akrab disapa Kiyai Cholil itu.

Terkait perniagaan, lanjut Kiyai Cholil, Rasulullah pernah mengatakan, jika ingin kaya, hendaklah berbisnis.

“Tidak perlu didikotomikan antara bekerja dengan tangan sendiri dengan berbisnis. Keduanya bisa dilaksanakan bersamaan. Sambil bekerja dengan tangan sendiri, kita bisa berbisnis juga,” kata Staf Pengajar Ekonomi dan Keuangan Syariah Pascasarjana Universitas Indonesia itu.

Pembina Yayasan Investasi Cendekia Amanah itu melanjutkan, bila pekerjaan dilandasi ibadah kepada Allah, maka Allah akan membalasnya dengan pahala.

“Bekerja untuk mencari kekayaan tidak dilarang. Karena yang bisa membayar zakat itu orang kaya. Kaya itu dianjurkan, yang tidak boleh adalah mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak baik,” ingatnya. (rls/eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top