Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Covid 19 Berdampak Meningkatnya Masyarakat Tidak Mampu di Tanah Datar

Dibaca : 113

Tanahdatar, Prokabar – Pandemi Covid 19 berdampak kepada tingkat kesulitan ekonomi masyarakat di Tanahdatar. Alhasil, jumlah masyarakat penerima bantuan bahkan melonjak tajam dari data warga miskin yang ada.

“Jadi masyarakat tidak mampu untuk tahun 2020 ini tercatat sebanyak 35.241 Kepala Keluarga (KK). Namun, jumlah KK yang menerima bantuan selama pandemi berkisar sekitar 59.000 KK, ” ucap Yuhardi, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tanahdatar, Rabu (4/11).

Penambahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kata Yuhardi, berdasarkan data yang dikirim wali nagari se Tanahdatar saat mengajukan nama-nama warga yang berhak mendapatkan bantuan pada masa pandemi.

“Jadi Kementrian Sosial menetapkan warga kurang mampu di Tanahdatar sebanyak 35.241 KK. Artinya ada peningkatan imbas masa pandemi, ” terangnya.

Yuhardi menjelaskan, untuk membantu warga selama masa pandemi, pihaknya telah menyalurkan berbagai bantuan kepada KPM sesuai data yang diberikan oleh pihak nagari. Mulai dari bantuan yang bersumber dari APBN Kemensos hingga dari Anggaran Dana Desa (ADD).

Diantara bantuan Kemenos itu, diberikan berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) selama enam kali tahapan yang disalurkan dengan beberapa cara, penyaluran melalui PT Pos Indonesia, dan penyaluran melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) BRI dan BNI sebanyak enam tahap.

Selain itu juga disalurkan bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat. Diantaranya, Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 8.585 KPM dengan nominal bantuan sebesar Rp 600.000 / KPM / Bulan selama 3 bulan.

“Kemudian juga ada bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Tanahdatar berupa, bantuan beras, sebanyak 20 kg /KPM dengan jumlah penerima sebanyak 40.600 KPM,” ujar Yuhardi.

Beras yang disalurkan itu katanya, berkualitas medium dengan rincian, Beras yang berasal dari alokasi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 100 ton. Beras yang berasal dari pengadaan beras melalui Perum Bulog sebanyak 712 ton.

Selain bantuan beras, juga disalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan beberapa kali tahap.

“Semua bantuan itu disalurkan untuk membantu warga kita yang terkena dampak Covid 19. Apalagi sejak pandemi melanda, perekonomian warga kita di Tanahdatar juga banyak yang terkena imbas,” tukasnya.

Biasanya sebut Yuhardi, warga yang mendapatkan saluran bantuan adalah warga yang tercatat sebagai warga kurang mampu. Namun, selama pandemi jumlah itu berubah, karena hampir semua kalangan masyarakat terimbas. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top