Charta Politika : Jokowi 6 – Prabowo 1

Penulis -

Senin, 18 Februari 2019 - 03:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Charta Politika menilai Jokowi menang telak di debat kedua Pilpres 2019. Seperti apa penilaiannya?

“Jokowi mendominasi semua segmen. Namun di segmen keenam imbang lah. Penutupnya Prabowo sempat menarik emosi pas membantah mengenai tanah itu HGU, tapi ketika dia bicara lebih baik buat saya daripada asing itu antiklimaks. Tapi imbang lah, jadi skornya 6-1. Jokowi dapat poin di semua sesi, Prabowo dapat satu sesi,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, kepada wartawan, Minggu (17/2).

Di sesi pertama, Yunarto memandang secara teknis jelas Jokowi lebih unggul dari data pencapaian, sisi emosi juga. “Cuma ada slip of tongue dan ada jeda 3 detik waktu bicara soal lingkungan hidup,” katanya.

Sementara dari segi kualitas data debat, Jokowi dinilai unggul di sesi kedua. Tentang infrastruktur Jokowi langsung bicara angka. “Sebenarnya Prabowo bisa mengimbangi kalau tidak menggunakan contoh ketika menyerang, misal soal LRT Palembang dan Bandara Kertajati. Terlihat Jokowi sudah menyiapkan jawaban sehinga lubang yang ada tidak bisa diserang Prabowo,” kata Yunarto.

Sepanjang debat Prabowo dinilai Yunarto seperti sedang orasi. Suasana debat memanas memasuki sesi ketiga setelah Jokowi menohok Prabowo.

“Sesi ketiga sesi yang paling panas dari semua sesi karena sudah masuk saling membuka borok. Yang paling terlihat skak mat Jokowi terkait kritik Prabowo terkait redistribusi lahan yang dijawab dengan inkonsistensi Prabowo yang ternyata selama ini menguasai lahan dalam jumlah besar,” kata Yunarto.

Jokowi lagi-lagi dinilai unggul atas Prabowo Subianto di segmen keempat debat kedua Pilpres 2019. Kali ini keunggulan Jokowi disumbang dari pengakuan dan pujian Prabowo. Dan di sesi kelima, blunder Prabowo soal unicorn bikin untung Jokowi.

“Blunder terbesar Prabowo dari semua segmen. Karena di sesi unicorn, Prabowo bukan hanya tidak tahu unicorn tapi soal duit yang bisa lari ke luar itu punya efek negatif ke elektoral ke segmen terbesar, milenial,” pungkas Yunarto.

Yunarto mengaku kaget dengan jawaban-jawaban Prabowo. Terutama tentang pandangan negatif terkait unicorn dan bisnis startup digital.

“Itu efeknya bisa ke kalangan milenial, digital, ini kemudian dilihat dalam framing yang sangat negatif oleh Prabowo,” katanya.

“Statemen itu membawa efek buruk di kalangan milenial. Walaupun masih kalah dengan Jokowi, tapi situ selisihnya paling kecil. Unicorn tadi itu bidang segmented dan spesifik terkait interest yang dianggap menarik oleh milenial,” pungkasnya. Demikian detik.com.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sudah Dipetakan, Ini Indeks Kerawanan Pemilu di Pasaman
KPU Diminta Jaga Kerahasiaan Daftar Pemilih
Dicairkan, Ini Jumlah Dana Santunan Untuk Petugas KPPS yang Gugur Usai Pemilu 2019 di Pasaman
KPU Sumbar : Pemilu 2019 Tugas Luar Biasa
KPU Sumbar Gelar Diseminasi Hasil Riset Kepemiluan 2019
E-Rekap Diusulkan Jadi Hasil Resmi Pemilu
Pemilu Sukses di Pasaman, KPU Pasaman Berikan Ini Pada PPK, PPS, KPPS dan PAM TPS
KPU Laporkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu Kepada Presiden

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2020 - 20:34 WIB

Sudah Dipetakan, Ini Indeks Kerawanan Pemilu di Pasaman

Sabtu, 25 Januari 2020 - 10:45 WIB

KPU Diminta Jaga Kerahasiaan Daftar Pemilih

Senin, 20 Januari 2020 - 20:25 WIB

Dicairkan, Ini Jumlah Dana Santunan Untuk Petugas KPPS yang Gugur Usai Pemilu 2019 di Pasaman

Senin, 30 Desember 2019 - 09:30 WIB

KPU Sumbar : Pemilu 2019 Tugas Luar Biasa

Minggu, 22 Desember 2019 - 22:42 WIB

KPU Sumbar Gelar Diseminasi Hasil Riset Kepemiluan 2019

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB