Daerah

BKSDA : Penampakan Buaya Di Tiku Berada di Area Konservasi

Dibaca : 464

Agam, Prokabar – Penampakan Buaya (crocodylus porosus) yang sempat viral di media sosial mendapat tanggapan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Selasa (4/5).

Buaya tersebut terlihat sedang berjemur di daratan menyerupai Kebun Pisang dekat pemukiman warga, di Tiku, Agam.

Kepala Resor BKSDA Agam menyebutkan, di dalam video berdurasi 25 detik itu, terlihat seekor buaya berukuran cukup besar sedang menganga di daratan pinggiran sungai menyerupai kebun pisang. Satwa buas itu terlihat berjemur, dan tidak menunjukan sifat agresif.

“Kejadian tersebut kami terima dilaporannya dari Pemerintah Nagari Tiku Limo Jorong. Dan kami langsung ke lokasi untuk identifikasi,” ungkap Kepala Resor BKSDA Agam tersebut.

Petugas BKSDA mendatangi langsung lokasi kemunculan satwa buaya itu, dan melaksanakan wawancara dengan saksi mata dan serta identifikasi lapangan.

“Dari hasil identifikasi, lokasi kemunculan Buaya itu merupakan memang habitatnya. Dan merupakan daerah konservasi HCV PT. Mutiara Agam. Sedangkan pemukiman tersebut adalah mes pekerja PT. Mutiara Agam yang berada berdampingan dengan lokasi HCV,” ujarnya.

Menurut Zairal, pekerja yang mendiami mess tersebut, di lokasi HCV terdapat dua ekor satwa buaya yang berukuran sekitar 2 meter. Setelah berkoordinasi dengan pihak manajemen PT. Mutiara Agam.

“Kami menyampaikan kepada manajemen PT. Mutiara Agam, agar melakukan pemantauan dan monitoring terhadap satwa yang berada di lokasi HCV itu. Memberikan edukasi dan penegasan kepada para pekerja yang mendiami mess untuk tidak membuang sampah sisa rumah tangga ke dalam sungai lokasi HCV, karena dapat memancing satwa buaya untuk terus datang dan muncul dekat pemukiman pekerja,” terang Ade.

High Conservation Values atau disingkat HCV adalah areal di dalam konservasi perkebunan kelapa sawit yang memiliki nilai konservasi tinggi. Sehingga perlu dipertahankan dan dikelola untuk menjaga keberlanjutan fungsi ragam hayati, fungsi tata air dan kesuburan tanah, dan fungsi sosial budaya.

Berdasarkan laporan berkala yang disampaikan pihak PT. Mutiara Agam, di lokasi perkebunan yang dikelola perusahaan terdapat beberapa satwa langka dan dilindungi seperti Buaya muara, beruang, berbagai jenis Burung Elang, Siamang, Kucing Bakau dan beberapa satwa penting lainnya.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top