Angkat Adat dan Budaya Minangkabau, Fauzi Bahar Dt Sati Apresiasi Film Pitaruah Karya Sianak Minang Bukit Batabuah

Penulis -

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Semangat melestarikan adat dan budaya Minangkabau terus ditunjukkan masyarakat Sianak Minang Bukit Batabuah, Kabupaten Agam, melalui karya perfilman. Setelah sukses memproduksi dua film sebelumnya, komunitas anak nagari tersebut kini tengah mempersiapkan film ketiga berjudul *Pitaruah* yang dijadwalkan tayang pada 15 November 2026.

Film *Pitaruah* menjadi kelanjutan dari perjalanan kreatif masyarakat Bukit Batabuah dalam mengangkat kehidupan sosial, adat istiadat, serta tradisi masyarakat Minangkabau ke layar perfilman. Sebelumnya, mereka telah melahirkan film pertama berjudul *Samaso Badusun Bataratak* pada 2024, kemudian film kedua berjudul *Pitanah* pada 2025.

Sutradara film, Saldi Sutan Pamenan, mengatakan produksi *Pitaruah* merupakan bagian dari komitmen Sianak Minang Bukit Batabuah untuk memperkenalkan kembali adat dan tradisi Minangkabau yang mulai jarang ditemukan dalam kehidupan masyarakat modern.

Menurut Saldi, film tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi budaya. Melalui cerita dan adegan yang ditampilkan, masyarakat diharapkan dapat kembali mengenal nilai-nilai kehidupan orang Minang, termasuk adat, tradisi, serta hubungan sosial yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Minangkabau.

Film ketiga ini direncanakan berdurasi sekitar satu jam dengan total 18 adegan. Hingga saat ini, sebanyak 16 adegan telah berhasil diselesaikan. Proses pengambilan gambar sebagian besar berlangsung di kawasan Bukit Batabuah, Kabupaten Agam, sedangkan adegan ke-18 dijadwalkan mengambil lokasi di kediaman Fauzi Bahar di kawasan Gunung Pangilun, Kota Padang.

Kehadiran Fauzi Bahar Dt Sati, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, menjadi salah satu daya tarik film *Pitaruah*. Fauzi hadir sebagai bintang tamu sekaligus memberikan dukungan terhadap kreativitas anak nagari yang berupaya menghidupkan kembali nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau melalui dunia perfilman.

Fauzi Bahar Dt Sati menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap inisiatif Sianak Minang Bukit Batabuah. Menurutnya, karya perfilman yang mengangkat adat istiadat Minangkabau seperti ini perlu mendapatkan perhatian dan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan unsur kebudayaan, agar semakin dikenal masyarakat luas.

Ia menilai semangat anak nagari tersebut merupakan upaya membangkitkan kembali batang tarandam, yakni menghidupkan nilai-nilai budaya yang mulai tergerus perkembangan zaman. Fauzi berharap karya mereka mendapat ruang dan prioritas untuk diperkenalkan, tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga kepada khalayak yang lebih luas.

Menariknya, proses produksi film ini juga memperlihatkan semangat kebersamaan para pemain dan kru. Dengan keterbatasan kemampuan akting serta tanpa mengandalkan hafalan dialog secara kaku, para pemain diarahkan untuk menampilkan cerita secara natural. Hal tersebut menjadi bagian dari kreativitas masyarakat dalam menghasilkan karya perfilman yang tetap mengedepankan pesan budaya.

Melalui film *Pitaruah*, Sianak Minang Bukit Batabuah ingin mengangkat kembali berbagai tradisi Minangkabau yang mulai langka dan berpotensi dilupakan generasi penerus. Film ini diharapkan menjadi jembatan pengenalan budaya, terutama bagi generasi muda agar tetap memahami dan menghargai warisan adat yang diwariskan para pendahulu.

Dengan rencana penayangan pada 15 November 2026, film *Pitaruah* diharapkan menjadi karya yang membanggakan masyarakat Bukit Batabuah sekaligus memperkaya perfilman berbasis budaya lokal. Sianak Minang Bukit Batabuah membuktikan bahwa pelestarian adat tidak hanya dapat dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kreativitas, kebersamaan, dan karya nyata yang mampu diwariskan kepada generasi mendatang. (mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Angkat Adat dan Budaya Minangkabau, Fauzi Bahar Dt Sati Apresiasi Film Pitaruah Karya Sianak Minang Bukit Batabuah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Berita Terbaru

Opini

Sumpah Pemuda Tak Cukup Hanya Diucapkan

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:26 WIB