Aliansi Mahasiswa Dharmasraya Unjuk Rasa, 75 Persen Anggota Dewan Menghilang

Penulis -

Selasa, 12 April 2022 - 01:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dharmasraya, Prokabar — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) tergabung dalam aliansi mahasiswa Dharmasraya, gelar unjuk rasa ke kantor DPRD, 75 persen anggota dewan “Cigin”, alias tidak ada di tempat,, Senin (11/4/22).

Dari 30 orang anggota DPRD Dharmasraya, hanya 7 orang bersedia menemui ratusan masa pendemo. Diantaranya Pariyanto, S. H, (PDI Perjuangan) Ir. H. Adi Gunawan, M. M, (Golkar) Sasmi Erli, S. Pd. I, (Golkar) Irmon, S. Hut, (PKS) Yulindo Sari Muhtar, S. E (PAN) Ampera Dt Labuan (Nasdem) Salman, S. Sos, (Demokrat). 1 orang izin sakit, sedangkan 22 orang lagi entah dimana rimbanya.

Menurut Plt Sekwan Dharmasraya Syamsuardi, ketika dikonfirmasi awak media menyebutkan, pihak sekretraiat telah menyampaikan kepada seluruh anggota dewan. Selain itu, juga telah menghubungi mereka melalui telpon seluler.

Muhammad Hasbih, koordinator aksi, dari tiga perguruan tinggi berada di Kabupaten Dharmasraya, meliputi Univiersitas Dharmas Indonesia (Undhari) , Universitas Andalas (Unand), dan STITNU, dalam orasinya menyampaikan 10 poin tuntutan. Diantaranya mendesak pemerintah agar menstabilkan kembali harga minyak goreng (Migor) sesuai dengan kemampuan masyarakat. Serta mendesak pihak pemerintah mengusut tuntas pelaku penimbun Migor.

Baca Juga :  Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam - Bukittinggi

Menuntut, agar transparan mengenai data bahan bakar minyak (BBM) sesuai kebutuhan daerah. Mendesak DPRD agar mendorong Bupati Dharmasraya untuk membentuk team supervisi, dengan melibatkan mahasiswa Dharmasraya, agar terang benderang pelaku kecurangan dalam perdagangan Migor.

Selanjutnya, supaya mengawasi secara merata kebutuhan BBM di Kabupaten Dharmasraya, dan memperketat pengawasan agar tidak terjadi penimbunan BBM jenis Solar.

Mahasiswa tersebut juga dengan tegas menyampaikan penolakannya terhadap kenaikan harga BBM jenis Pertamax. Terpenting lagi, para wali nagari agar tidak ikut serta mendeklarasikan Jokowi 3 Periode. Mendesak Presiden Jokowi, agar memecat 4 menteri yang telah membuat propaganda presiden tiga periode. Terakhir, menuntut pembentukan team pengawasan terhadap pupuk bersubsidi.

Baca Juga :  Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Miris benar rasanya, tuntutan masa unjuk rasa, mewakili suara rakyat, namun di tandatangani oleh 7 orang nggota DPRD dari 30 jumlah anggota dewan terhormat di pilih oleh rakyat itu.

“Inilah cermin wakil rakyat yang sudah duduk di kursi empuk, lupa akan rakyatnya. Saat mencalonkan diri, mengemis dan memohon kepada masyarakat untuk mendapatkan suara. Setelah duduk, tidak memikirkan lagi kesulitan rakyat yang diwakili,” sebut Hasbih sedikit geram.

Ia juga menambahkan, pada prinsipnya kami datang kekantor DPRD, untuk menyampaikan keluhan masyarakat yang diwakili. Namun, ketika warga ingin mengadukan nasibnya, malah “Cigin,” alias kabur.

Sementara itu, Ketua DPRD Dharmasraya Pariyanto, didampingi wakil Ketua Adi Gunawan, bersama 5 orang rekannya yang lain, memberikan apreasiasi kepada mahasiswa yang sudah memperjuangkan aspirasi masyarakat Dharmasraya, umumnya rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

“Adapun tuntutan mahasiswa secara tertulis dan telah ditandatangani ini, secepatnya akan disampaikan ke tingkat Provinsi, dan Pusat. Sedangkan tuntutan tertuang dalam poin nomor 4, 5,dan 6, akan disampaikan ke pihak pemerintah daerah Kabupaten Dharmasraya,” jelas Pariyanto.

Sebagai “saluang asok, ” Penyambung lidah masyarakat, lembaga DPRD Dharmasraya, akan sesegera mungkin menyampaikan aspirasi masyarakat ini ke tingkat lebih tinggi , tukuk Adi Gunawan, mengakhiri.

Masa pendemo juga dikawal ketat oleh pasukan Polri, TNI, Pol PP, BPBD, dan Perhubungan. Walaupun sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dengan pasukan pengamanan, namun tidak berselang lama, tanpa ada kericuhan. Setelah tuntutan diterima oleh pihak DPRD Dharmasraya, maka para pendemo membubarkan diri dengan tertib, dan aman. (fatafza)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi
Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga
Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif
PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026
Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026
UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam
KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:04 WIB

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB