Padang, Prokabar – Selama bulan Ramadan, seorang garin memanfaatkan watu luang menyiapkan materi untuk Pesantren Ramadan.
Tak terkecuali bagi seorang garin, yang juga menjadi panitia sekaligus pemateri Pesantren Ramadan.
Muhammad Rizki, pemateri Pesantren Ramadan di surau kapuk Mushalla istiqomah memanfaatkan waktu sesudah berbuka menjelang shalat Isya dan tarawih untuk menyiapkan materi pesantren ramadhan bagi siswa-siswi SMP.
Materinya seputar wakaf dan ibtida yang merupakan materi membaca Alquran.
Baca Juga:
- Ditetapkan Bersama, Ini Besaran Zakat Fitrah di Pasaman
- Pesantren Ramadan Tetap Lanjut di Kota Padang Saat Covid-19 Merebak
- Pemda Agam Ajak Masyarakat, Manfaatkan Penuh Berkah Ramadan
Tujuannya agar siswa dan siswi SMP mengetahui bagaimana memahami waktu berhenti membaca berdasarkan tanda yang ada.
Bahkan siswa dan siswi SMP bisa memahami waktu memulai bacaan kembali usai berhenti.
Meski waktu belajar materi pada 27 April, namun Rizki sudah menyiapkannya sejak dini.
Baca Juga Milenialisme.com
- Menjaga Komitmen Moral Selama Ramadhan
- Soeharto Bangun 999 Masjid dari Sedekah Umat Islam
- Lantunan Indah Para Gadis di Malam Pertama Ramadhan
Rizki sendiri menjadi satu dari delapan orang panitia pesantren ramadhan tingkat SD dengan peserta mencapai 48 siswa. Sementara untuk SMP terdapat 42 siswa, dengan jumlah panitia lima orang.
Protokol kesehatan cukup penting menjadi perhatian, meski sebagian kecil juga masih abai tak memakai masker.
“Namun sejak ada pengawas disdik datang pada selasa lalu, yang menyuruh pulang yang tak memakai masker, pengawasan lebih ketat lagi oleh empat guru pendamping,” sebut lajang asal batu kambiang Kabupaten Agam itu. (Adh)
















