Daerah

Pemda Agam Ajak Masyarakat, Manfaatkan Penuh Berkah Ramadan

Dibaca : 190

Agam, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Agam bentuk 16 Tim Safari Ramadan 1442 Hijriah di tahun 2021 ini. Secara serentak melakukan kunjungan ke masjid-masjid yang telah ditentukan panitia. Agenda dimulai Kamis, (15/4) kemaren.

Tim I Safari Ramadan Kabupaten Agam di Pimpin Bupati Agam, Andri Warman, Tim II di ketuai Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, hingga seterusnya. Pada kesempatan, Prokabar.com ikut bergabung Tim XII Safari Ramadan diketuai Wakil Ketua DPRD Agam, Irfan Amran.

Setiap kegiatan turut didampingi seorang ustad untuk tausiah Agama. Di Tim XII sensitive, Ustad Mulyadi menjadi mubaliqnya. Tujuan Safari Ramadan memperkuat silahturahmi serta tauhid agama Islam masyarakat.

“Mari kita penggunakan Ramadan ini sebaik-baiknya. Untuk mengurangi bahkan menghapus dosa yang pernah kita lakukan sebelumnya. Ramadan bulan penuh berkah dan ampunan. Oleh sebab itu, mari kita optimalkan ibadah-ibadah wajib dan sunat yang dianjurkan Rasullullah,” ajaknya saat berkunjung ke Masjid Istiqamah, Nagari Matua Hilia, Jumat (16/4).

Ustad Mulyadi melanjutkan jangan sampai puasa ada, tapi tidak melaksanakan sholat. “Itu zalim dan maksiat kepada ALLAH namanya. Diibaratkan mengisi air di dalam dorom kosong,” tegasnya.

Sementara itu, Irfan Amran menjelaskan sebagai perwakilan Pemerintah Daerah, terus menghimbau dan mensosialisasikan persoalan yang tengah melanda. “Tetap patuhi protokol kesehatan. Jaga jarak, memakai masker dan sering cuci tangan,” tuturnya.

Dalam menghadapi kehidupan, selalu memberikan pesan lisan yang positif dan menyejukan. Jangan sampai ucapan menyakiti orang lain, bahkan orang yang disayangi. Apalagi disaat menjalani ibadah puasa di Ramadan ini.

“Ucapan secara langsung, maupun tidak langsung melalui alat komunikasi hp, hendaknya mampu yang bermanfaat dan bermartabat. Jangan menyebarkan ungkapan yang menyesatkan, menyakitkan dan merusak kesucian hati dan jiwa kita,” himbaunya.

Selain itu, akibat salah guna dan niat yang melenceng, tidak sedikit terjadi kasus perceraian diawali perselingkuhan akibat pertemuan reunian-reunian. “Dan hal ini hendaknya jadi pembelajaran bagi kita. Dalam hal ini kami kembali menghimbau agar kita kuatkan keimanan dan ketaqwaan kepada ALLAH SWT. Memulainya dengan saling bermaaf-maafan. Terutama istri kepada suami,” terangnya.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top