Agam, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Agam bentuk 16 Tim Safari Ramadan 1442 Hijriah di tahun 2021 ini. Secara serentak melakukan kunjungan ke masjid-masjid yang telah ditentukan panitia. Agenda dimulai Kamis, (15/4) kemaren.
Tim I Safari Ramadan Kabupaten Agam di Pimpin Bupati Agam, Andri Warman, Tim II di ketuai Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, hingga seterusnya. Pada kesempatan, Prokabar.com ikut bergabung Tim XII Safari Ramadan diketuai Wakil Ketua DPRD Agam, Irfan Amran.
Setiap kegiatan turut didampingi seorang ustad untuk tausiah Agama. Di Tim XII sensitive, Ustad Mulyadi menjadi mubaliqnya. Tujuan Safari Ramadan memperkuat silahturahmi serta tauhid agama Islam masyarakat.
“Mari kita penggunakan Ramadan ini sebaik-baiknya. Untuk mengurangi bahkan menghapus dosa yang pernah kita lakukan sebelumnya. Ramadan bulan penuh berkah dan ampunan. Oleh sebab itu, mari kita optimalkan ibadah-ibadah wajib dan sunat yang dianjurkan Rasullullah,” ajaknya saat berkunjung ke Masjid Istiqamah, Nagari Matua Hilia, Jumat (16/4).
Ustad Mulyadi melanjutkan jangan sampai puasa ada, tapi tidak melaksanakan sholat. “Itu zalim dan maksiat kepada ALLAH namanya. Diibaratkan mengisi air di dalam dorom kosong,” tegasnya.
Sementara itu, Irfan Amran menjelaskan sebagai perwakilan Pemerintah Daerah, terus menghimbau dan mensosialisasikan persoalan yang tengah melanda. “Tetap patuhi protokol kesehatan. Jaga jarak, memakai masker dan sering cuci tangan,” tuturnya.
Dalam menghadapi kehidupan, selalu memberikan pesan lisan yang positif dan menyejukan. Jangan sampai ucapan menyakiti orang lain, bahkan orang yang disayangi. Apalagi disaat menjalani ibadah puasa di Ramadan ini.
“Ucapan secara langsung, maupun tidak langsung melalui alat komunikasi hp, hendaknya mampu yang bermanfaat dan bermartabat. Jangan menyebarkan ungkapan yang menyesatkan, menyakitkan dan merusak kesucian hati dan jiwa kita,” himbaunya.
Selain itu, akibat salah guna dan niat yang melenceng, tidak sedikit terjadi kasus perceraian diawali perselingkuhan akibat pertemuan reunian-reunian. “Dan hal ini hendaknya jadi pembelajaran bagi kita. Dalam hal ini kami kembali menghimbau agar kita kuatkan keimanan dan ketaqwaan kepada ALLAH SWT. Memulainya dengan saling bermaaf-maafan. Terutama istri kepada suami,” terangnya.
Anggota Dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional ini juga menghimbau, agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap penyebaran Covid-19. Jangan lengah dan membiarkarkan orang luar datang tanpa ada pemeriksaan kesehatan terlebih dulu.
Bahaya teknologi komunikasi juga patut diwaspadai. Pengendali narkoba saat ini melalui handphone. Sasaran utama mereka generasi muda. Petugas kepolisian mengrebek dan menangkap pelaku pengedar, diketahui jadi barang bukti utama itu ada hp pelaku. Dan menjadi sasaran utama pemeriksaan petugas untuk melacak pelaku lainnya.
“Tidak ada yang bisa mengubah generasi kecuali melalui pendidikan. Tidak ada bimbingan dan didikan kedua orang tuanya dan hanya diserahkan di sekolah saja, maka akan lemahlah karakter anak,” ujarnya.
Jangan bebani mereka dengan pekerjaan biaya hidup lanjut Irfan Amran. Namun bebani mereka dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan. “Di kampung halaman saya kepada pemuda ditegaskan, dilarang pangganyi atau ngabek. Harus tetap semangat dengan berbagai cobaan dan beragam masalah,” tutup Mubaliq asal Sungai Batang tersebut. (rud)
















