Masjid Legend Padang Panjang Itu Bermula dari Surau Jembes

Penulis -

Senin, 12 April 2021 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mesjid Zu'ama Padang Panjang, (foto: kominfo PP)

Mesjid Zu'ama Padang Panjang, (foto: kominfo PP)

Padang Panjang, prokabar – Surau Jembes, mungkin nama ini agak asing ditelinga sebagian masyarakat Kota Padang Panjang.  Tapi itulah cikal bakal sebuah masjid legend di kota itu.

Sekitar tahun 1990-an ada percakapan begini; Seorang amak-amak rajin benar pergi pengajian ke Mesjid Jembes.

Setiap pulang dari masjid itu,  dia selalu cerita pengalamannya. Sampai akhirnya gaek itu dipergarahkan seorang anak cucunya.

“Baa rajin bana mak mangaji ka Jembes?”
“Kajinya rancak”
“Baa rancaknyo?”
“santiang”
“Baa santiangnyo?”
“Gagah”
“Baa gagahnyo?”
“Ntah.. ndak tantu den..

Marah dia rupanya, gaek itu berturo-turo.

Tapi yang jelas, orang tua itu tetap saja pergi pengajian kesana, makin rajin.

Itulah salah satu ilustrasi panggilan yang teramat kuat dari Surau jembes itu kepada jamaahnya.

Banyak jamaah yang datang, tidak hanya dari Padang Panjang melainkan juga dari nagari-nagari di Batipuh X Koto. Tetap begitu sejak dulu.

Gaek itu hanya salah satu dari banyak orang dari luar kota yang rutin datang.

Surau Jembatan Besi adalah surau yang didirikan oleh Syekh Abdullah Ahmad pada tahun 1895.

Istilah penamaan Surau Jembatan Besi ini terinspirasi dari jembatan kayu beratap yang berada di dekat Surau tersebut.

Pada zaman penjajahan Belanda jembatan itu diganti dengan jembatan besi, disanalah Padang Panjang pertama kali memiliki jembatan besi.

Sehingga untuk memudahkan masyarakat mencari surau tersebut maka dinamailah dengan sebutan Surau Jembatan Besi.

Surau ini merupakan tempat berkumpul dan pusat perkumpulan para ulama dan zuama Islam dalam belajar dan menyebarkan agama Islam.

Hingga saat ini Surau tersebut dikenal dengan Masjid Zu’ama Jembatan Besi (Jembes) yang berada di Kelurahan Pasar Usang,

Penamaan Masjid Zu’ama Jembatan Besi ini dikarenakan telah banyaknya lahir ulama-ulama besar dalam menyebar pengajian Islam.

Sebut saja, dahulunya Ayah Buya Hamka atau Inyiak haji Rasul, bersama ulama terkemuka pernah memberikan khotbah Jum’at atau memberi ceramah pengajian disana.

Bahkan pada tahun 1911, pimpinan pengajian Surau Jembatan Besi dipegang Inyik Haji Rasul.

Semasa diasuh Inyiak Rasul, pengajian di surau ini, semakin maju. Pelajaran kitab Arab bertambah meningkat.

Penuntut ilmu agama bertambah banyak. Mereka berdatangan dari nagari nagari di Minangkabau dan juga dari daerah lain seperti Tapanuli, Aceh, Bengkulu dan Riau.

Pada tahun 1916 ketika usia Buya Hamka menginjak delapan tahun, beliau masuk Diniyah School. Tempatnya di Mesjid Jembes Pasar Usang ini.

Kini, Surau Jembatan Besi atau Masjid Zu’ama masih menjadi tempat kegiatan keagamaan, mengaji dan sholat lima waktu berjamaah bagi masyarakat setempat. Juga menjadi TPA/TPSA tempat anak-anak disana mengaji.

Mesjid Zu’ama memang tak sebesar atau semegah masjid Raya Jihad Padang Panjang, apalagi dibanding Islamic Center Padang Panjang, yang kini menjadi salah satu icon kota.

Tapi, Surau Jembes adalah legend, sejarah pendidikan Islam kota Serambi Mekkah itu tersimpan dalam perjalanan sejarahnya, tidak akan bisa dilepaskan.(mht)

 

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

#JadiLebihBaik di Ramadan: XL Axiata Gelar Program “Berbagi Kebaikan” di Sumatera
Para Pencari Tuhan Jilid 18 Hadirkan Tema ‘Dunia Sementara, Coy!’ yang Relevan dengan Isu Anak Muda
Tanah Haram Kami Rindu (3)
Tanah Haram Kami Rindu (2)
Tanah Haram Kami Rindu (1)
Deddy Mizwar Beri Pesan Moral Mendalam Lewat Sinetron “Lorong Waktu”
Cut Syifa Antusias Perankan Tokoh Utama di Sinetron Terbaru SCTV “Cinta Di Ujung Sajadah”
Main FTV Ramadan SCTV, Eza Gionino Alami Perjalanan Spiritual

Berita Terkait

Rabu, 19 Maret 2025 - 00:18 WIB

#JadiLebihBaik di Ramadan: XL Axiata Gelar Program “Berbagi Kebaikan” di Sumatera

Sabtu, 15 Maret 2025 - 23:44 WIB

Para Pencari Tuhan Jilid 18 Hadirkan Tema ‘Dunia Sementara, Coy!’ yang Relevan dengan Isu Anak Muda

Rabu, 12 Maret 2025 - 14:04 WIB

Tanah Haram Kami Rindu (3)

Selasa, 11 Maret 2025 - 06:17 WIB

Tanah Haram Kami Rindu (2)

Senin, 10 Maret 2025 - 15:06 WIB

Tanah Haram Kami Rindu (1)

Berita Terbaru

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 30;

Daerah

Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:31 WIB