BKSDA Agam Pasang Perangkap, Atasi Konflik Dengan Manusia Di Bawan

Penulis -

Jumat, 24 April 2020 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ampek Nagari, Prokabar — BKSDA atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat melalui Resor Agam akhirnya memasang perangkap untuk dapat mengevakuasi satwa Buaya Muara (Crocodylus porosus) yang muncul di sungai Batang Alahan Anggang, Jorong Pasar Bawan, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam beberapa waktu lalu.

Sebelumnya terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar jenis buaya itu, pada hari Selasa (14/4) lalu. Membuat korban Kundari (75 tahun) meninggal dunia.

Baca Juga :  Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam - Bukittinggi

BKSDA melakukan penyisiran selama tiga hari disepanjang aliran sungai tersebut. Untuk mengetahui keberadaan dan penyebab satwa tersebut bertindak agresif.

Selama tiga hari pelaksanaan penyisiran sejauh lima kilometer, satwa tersebut belum berhasil ditemukan dan tidak muncul disepanjang aliran sungai Batang Alahan Anggang sehingga BKSDA menghentikan sementara pemantauan di lapangan.

“Pada hari Selasa (21/4), kami kembali mendapatkan laporan dan informasi dari masyarakat dan Camat Ampek Nagari. Satwa itu muncul dan mulai serung naik ke daratan,” ungkap Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra, Jumat (24/5).

Baca Juga :  PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Mendapatkan informasi tersebut, Tim BKSDA Resor Agam langsung melaksanakan penangangan ke lokasi bersama-sama dengan masyarakat dan pihak PT. AMP Plantation. Aksi penyisiran dilanjutkan dengan pemasangan kandang jebakan. Berguna untuk dalam evakuasi satwa buaya tersebut.

“Pemasangan kandang jebakan itu sebanyak dua unit. Kegiatan akan berlangsung selama 7 hari kedepan, dengan menggunakan umpan,” terangnya.

Baca Juga :  UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam

Kejadian berawal salah seorang warga, digigit dan diseret buaya ke dasar sungai, ujarnya. Ade melanjutkan, peristiwa itu berlangsung pada Selasa (14/4) sekitar pukul 17.00 WIB. “Pada saat ini korban sedang melakukan pencarian ikan dengan lukah. Jasad korban ditemukan sudah meninggal dunia sekitar lima meter dari lokasi diserang,” tutup Kepala Resort BKSDA Agam tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi
Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga
Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif
PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026
Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026
UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam
KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:04 WIB

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB