Padang, Prokabar-Sepanjang triwulan IV 2019, pertumbuhan Ekonomi Sumbar diprediksi bakal tumbuh membaik. Kendati demikian, tercatat lebih rendah dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Padang, Wahyu Purnama menyampaikan, tingginya konsumsi rumah tangga akibat adanya faktor musiman seperti liburan perayaan natal dan tahun baru.
“Kemudian agenda kegiatan lainnya yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan konsumsi swasta,” ungkapnya dalam Kajian Ekonomi Regional Sumbar yang diterima Prokabar di Padang, Kamis (7/11).
Di penghujung tiga bulan ke empat 2019 ini, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Sumbar diperkirakan tumhuh di kisaran 5,0 persen sampai 5,4 persen.
Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi triwulan sebelumnya. Sementara triwulan IV 2018, pertumbuhan ekonomi Ranah Minang mencapai 5,50 persen.
Selain konsumsi rumah tangga, lanjutnya, laju pertumbuhan triwulan IV juga ditopang tingginya realisasi investasi, baik swasta maupun pemerintah.
Belanja modal barang dan jasa pemerintah cenderung lebih besar di akhir tahun. “Ini tentunya dalam bentuk Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB),” jelasnya.
Sementara dari sisi lapangan usaha, dari sisi lapangan usaha, adanya faktor musiman akhir tahun tersebut diprakirakan berdampak pada peningkatan pertumbuhan lapangan usaha perdagangan.
Lapangan usaha transportasi. Pegudangan serta lapangan usaha penyediaan akomodasi, makan minum. Pertanian, kehutanan dan perikanan juga diprediksi tumbuh lebih tinggi seiring masuknya musim panen tanaman pangan dan hortikultura.
Kemudian ditambah lagi dengan tingginya permintaan hasil produksi peternakan. “Tekanan inflasi yang diprakirakan lebih
terkendali pada triwulan akhir tahun 2019 ini,” tutupnya. (tds)
















