“Pilkada 2020 Jangan Pilih yang Gadang Ota dan Tidak Berprestasi”

Penulis -

Senin, 8 Juli 2019 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Masyarakat Minang ditakdirkan menjadi masyarakat yang peduli politik. Contohnya saja pemilihan kepala daerah, meski  masih lama, tapi sudah kelihatan riuh-rendahnya bakal calon yang berminat, baik secara eksplisit maupun implisit.

“Ada juga yang malu-malu mengirim pesan melalui pernyataan dari pihak lain dengan memuji-muji yang bersangkutan sebagai personal yang layak menjadi calon, tetapi apabila dikonfirmasi berita tentang keseriusan untuk maju,jawabannya masih sangat normatif dengan alasan kalau diperintah partai atau bagi yang bukan kader partai jawabannya adalah kalau ada partai yang mengusung,” terang pengamat politik Yosmeri Yusuf di Padang.

Bahkan yang lebih mengambang lagi yaitu kalau didukung rakyat. Ada pula ada yang menyatakan ke berbagai pihak sebagai calon bukan keinginan dirinya tapi banyaknya permintaan dari kalangan masyarakat. Bermacam-macam gaya bahasa keraguan yang ditampilkan. Padahal rakyat tahu orang tersebut berminat.

Tetapi sebut Yosmeri, mereka masih gamang untuk menyatakan maju, karena dari bakal calon menjadi calon tentu melalui proses yang tidak mudah apalagi bagi yang bukan kader partai. Sebab partai tentu tidak semudah yang mereka bayangkan untuk memutuskan menyerahkan dukungan kursi kepada orang yang tidak berkeringat atau kader dadakan.

Baca Juga :  Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

“Partai punya trauma masa lalu yang sering dibohongin. Setelah terpilih, umumnya partai sama sekali tidak dapat perhatian dari mereka yang terpilih, karena antara mereka dengan partai tidak punya hubungan emosional dan tidak pernah merasakan bagaimana sulitnya mengurus partai,” kata Yosmeri.

Saat ini yang sudah menyatakan akan maju Pilkada Gubernur 2020 baru Mulyadi (Demokrat) dan Nasrul Abit (Gerindra). Sesuai prediksi berbagai pengamat politik Mulyadi (MYD) dan Nasrul Abit (NA) adalah dua orang yang dipastikan akan maju sebagai  gubernur sedangkan calon PKS dan PAN masih menjadi pertanyaan apakah akan maju sebagai gubernur atau wakil gubernur.

Yosmeri mengatakan, yang menarik di lapau-lapau pembicaraan tentang pemimpin Sumbar ke depan juga tidak kalah serunya. Dengan berbekal  setengah gelas kopi pembicaraan mereka bergulir mengulas calon gubernur, bupati dan walikota.

Baca Juga :  UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam

Dari aspek demokrasi hal ini sangat positif dibandingkan masyarakat yang tidak peduli terhadap siapa calon kepala daerah mereka ke depan. Dari obrolan-obrolan yang berkembang dari beberapa lapau, track record (rekam jejak) adalah menjadi perhatian utama oleh masyarakat dalam menentukan pilihan.

Pencitraan kadang bisa hanya menjadi bahan tertawaan, sebuah cuplikan kutipan yang terlontar dari diskusi di lapau “‘cubo caliak apo nan alah dikarajoannyo, jan dipiliah urang-urang nan gadang ota dan indak ado lakek tangannyo,indak paralu didanga lai keceknyo tapi caliak karajonyo salamoko”.

“Artinya kita tidak boleh meremehkan kecerdasan masyarakat dalam menilai. Dengan kata lain kinerja dan prestasi adalah hal yang sangat penting bagi rakyat,” katanya.

Yosmeri menyebutkan dari perbincangan itu dapat disimpulkan, masyarakat ternyata tidak tinggal diam dan akan menghukumnya dengan tidak memilih lagi calon-calon yang telah mengingkari janji atau yang tidak memiliki prestasi pada Pilkada 2020 nanti.

Baca Juga :  Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam - Bukittinggi

Tradisi ini sebetulnya sangat baik, sehingga pemimpin tidak sembarangan berjanji kepada publik dan berhati-hati memberikan janji yang muluk-muluk. Sekali diucapkan harus mampu merealisasikannya,

publik mencatat hal tersebut sebagai rapor masing-masing pejabat terhadap jabatan yang pernah diemban. Masyarakat tidak bisa lagi dikelabui malalui untaian kata-kata manis yang bertolak belakang dengan fakta yang pernah dilakukan sewaktu menjabat.

Apapun jabatan publik yang pernah dia emban, tidak bisa luput dari penilaian dan catatan masyarakat. Masyarakat tidak suka terhadap calon yang modalnya ngomong doang, tetapi miskin prestasi, rakyat rindu legacy (warisan) dari pemimpin.

“Pesan bagi yang mau mencalonkan diri. Ingat kata pepatah ‘Tong kosong nyaring bunyinya’. Aia baraiak tando ndak dalam”. Oleh karena itu hati-hati dalam berjanji, berikanlah janji yang kira-kira mampu dipenuhi, sehingga tidak dicap membohongin dan menipu masyarakat. Istilah orang minang ukua bayang-bayang,” terang dia. (rls).

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi
Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga
Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif
PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026
Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026
UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam
KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:04 WIB

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB