Limapuluh Kota, Prokabar – Tindakan tegas terpaksa diambil jajaran Polres Limapuluh Kota. Aparat terpaksa melumpuhkan dua warga yang dinilai sebagai provokator dengan tembakan di bagian lutut.
Tindakan itu diambil petugas setelah tembakan peringatan yang sebelumnya dilepaskan tidak digubris oleh ratusan masa yang bertindak anarkis karena merasa tidak puas dengan sikap Panitia Pemungutan Suara (PPS) di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Limapuluh Kota.
Ketegasan polisi itu tergambar dalam simulasi pengamanan Pemilu yang dilakukan jajaran Polres Limapuluh Kota, Selasa (26/3).
Dalam simulasi itu digambarkan bagaimana di salah satu TPS terjadi kericuhan karena adanya sekelompok warga yang tidak puas terhadap sikap petugas PPS yang dinilainya berpihak terhadap salah satu calon legislatif.
Kondisi itu kemudian dimanfaatkan sekelompok orang untuk menghasut warga lainnya untuk mendemo Komisi Pemilihan Umum (KPU). Situasi semakin tidak terkontrol ketika beberapa warga mulai melakukan tindakan anarkis.
Petugas Kepolisian yang mendapat informasi dari anggotanya yang berjaga di TPS segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan, tidak hanya menurunkan Pasukan Huru Hara (PHH), jajaran Polres Limapuluh Kota juga menurunkan anggota bersenjata laras panjang termasuk menembakkan air dan gas air mata.
Kondisi masa yang tak jua mampu dikondisikan membuat petugas kepolisian harus melumpuhkan dua orang yang dinilai sebagai provaktor dengan menembak keduanya di bagian lutut.
Setelah kedua provokator itu dilumpuhkan, masa secara perlahan mulai mundur dan pihak kepolisian akhirnya mampu mengendalikan situasai dan mengamankan kotak pemungutan suara di TPS itu.
Wakapolres Limapuluh Kota, Kompol Abduh Syukur Felani yang memimpin langsung kegiatan simulasi pengamanan Pemilu itu menyebut, simulasi perlu dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh jajarannya dalam mengamankan pesta demokrasi pada 17 April nanti.
“Ini adalah bagian dari kegiatan kita untuk mencek kesiapan anggota dalam menghadapi Pemilu. Kita berharap Pemilu Tahun 2019 ini dapat berjalan dengan lancar, damai dan badunsanak,” katanya.
Untuk pengamanan Pemilu nanti, jajaran Polres Limapuluh Kota akan menurunkan kontribusi personel yang akan didukung anggota Polda Sumbar.
“Jadi selain anggota Polres Limapuluh Kota juga akan ada bantuan dari Polda Sumbar,” pungkasnya. (*/mbb)
















