Tanjung Raya, Prokabar – Puluhan Hektar sawah petani Nagari Maninjau diserang Hama Tikus. Akibatnya, petani merugi dan gagal panen.
“Saat ini sawah kami diserang Hama Tikus, membuat sekitar 25 hektar sawah di Jorong Bancah dan sekitarnya rusak dan terancam merugi,” kata Masnal Tan Marajo, salah satu petani di Nagari Maninjau.
Biasanya lanjutnya, ketika kami mendapat musibah dan masalah, dinas terkait cepat merespon dan membantu kami. “Namun hingga saat ini, belum ada respon positif dalam penanggulangan pembasmian Hama Tikus tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, Zukresno juga petani setempat mengatakan masalah tersebut diakibatkan banyaknya petani itu sangat manja dalam bertanam padi. “Harusnya petani itu merawat dan menjaga sawah tersebut dengan sangat ekstra di saat musim Hama Tikus datang,” terangnya.
Ia kembali menuturkan petani di Nagari Maninjau, khususnya di Jorong Bancah ini kehilangan arah dan kepercayaan diri. “Kekompakan dan kebersamaan dalam semangat bergotongroyong sudah mulai merosot. Mungkin disebabkan faktor. Terutama minimnya bimbingan dan arahan dari pihak terkait,” ungkapnya.
Kami sangat berharap adanya bantuan dan perhatian pemerintah dalam permasalahan pertanian ini. “Kami tidak mungkin kembali berkeramba karena sudah merusak danau. Dan Kami sangat berharap pemerintah cepat tanggap dalam hal ini. Minimal memberi bantuan berupa alat solder pembasmi hama tikus ini,” tutupnya. (rud)
















