Geliat Atok Rumbio di Ujuang Padang Lubuk Basung

Penulis -

Rabu, 9 Juli 2025 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubukbasung, Prokabar.com – Atap Rumbia dalam bahasa Minangkabau, “Atok Rumbio” merupakan salah satu hasil produksi masyarakat di Kecamatan Lubuk Basung dan Ampek Nagari. Merupakan atap rumah atau pondok sebagai teknologi dan pengetahuan tradisional.

Seiring zaman, semakin canggihnya kemajuan teknologi modern, namun atap khas masyarakat tempo dulu ini masih eksis di kalangan masyarakat kota maupun perkampungan. Selain kegunaan bangunan ikonik dan unik pengembangan destinasi wisata, juga berguna untuk pondok sawah, pondok produksi batu bata dan lainnya.

Baca Juga :  Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Tina, salah seorang pedagang sekaligus produsen atau pembuat “Atok Rumbio” di Ujuang Padang, Lubuak Basuang mengatakan, ia melanjutkan usaha orang tuannya dan sudah berlangsung lama. “Kami hanya melanjutkan usaha orang tua yang sudah berlangsung pilihan tahun. Selain usaha ini membantu ekonomi kami, juga peminatnya masih cukup banyak.” ujar Tina.

Saat ini, ia menjual “Atok Rumbio” untuk yang tersedia merupakan permintaan untuk produksi batu bata ke Pekanbaru dan sejumlah daerah Sumatera Barat. Karena proses pembuatannya tidak terlalu rumit dan cepat, pihaknya jual Atok Rumbio sehari-hari seribu rupiah ke penampung atau toke.

Baca Juga :  Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

Tina juga juga menjual Atap Rumbia dengan permintaan khusus sesuai kebutuhan pelanggan. “Khusus untuk bangunan rumah dengan desain unik dan klasik, kami juga bisa sediakan. Dengan harga Rp2.500 sampai Rp10.000 rupiah. Tentunya dengan kualitas terbaik,” ujarnya.

Baca Juga :  Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Senada dengan Mardianis, pedagang sekaligus pembuat “Atap Rumbio”. Rata-rata masyarakat Ujuang Padang, Lubuk Basuang sampai ke daerah Ampek Nagari, Manggopoh dan Tanjung Mutiara, banyak mamproduksi atap tradisional ini. Selain sudah ada sejak tempo dulu, permintaan masih cukup banyak.

“Berkembangnya dunia pariwisata, berdampak positif pada produksi atap Tradisional ini. Permintaan hampir merata di Sumatera Barat hingga Provinsi Riau.” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi
Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga
Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif
PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026
Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026
UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam
KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:04 WIB

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB