Internasional

TGB Temui Petinggi Al Azhar, Ada Apa?

Cairo, Prokabar — Dalam rangka mempersiapkan kedatangan para calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Al-Azhar di Mesir, kemarin (17/10) Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia, Dr. TGH M. Zainul Majdi berkunjung ke Cairo.

Tokoh yang akrab disapa Tuanku Guru Bajang (TGB) ini khusus hadir untuk menemui para pimpinan Al-Azhar, terutama untuk membicarakan mengenai persiapan keberangkatan para camaba yang tahun ini jumlahnya hampir mencapai 2.000 orang itu.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dari seluruh alumni Universitas Al-Azhar yang telah mengabdi di tanah air dalam menyebarkan risalah Islam rahmatan lil alamin yang menjadi risalah utama Al-Azhar,” ujar TGB kepada Wakil Ketua Umum OIAA Pusat, Prof. Dr. Muhammad Abdel Fadhil el-Qaushi dan Usamah Yasin serta Direktur Eksekutif OIAA, Wael Bakheit, di Kantor Pusat OIAA.

Lebih lanjut, TGB yang kemarin didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo, Dr. Usman Syihab dan Wakil Sekjen OIAA Indonesia sekaligus koordinator pengurusan Camaba 2018, Dr. Willy Octaviano, juga menyampaikan keinginannya untuk memperoleh kejelasan mengenai status kejelasan visa para camaba yang belum juga dikeluarkan oleh Kedubes Mesir di Jakarta.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wael Bakheit menyampaikan bahwa proses visa tersebut di Mesir saat ini sudah selesai. “Seluruh camaba Al-Azhar asal Indonesia telah diizinkan oleh otoritas Mesir untuk diberi visa. Jika Bapak besok kembali ke tanah air, visa untuk para camaba sudah dapat diproses di Jakarta. Mulai hari ini, seluruh Camaba asal Indonesia sudah tidak ada kendala lagi,” ujarnya, yang disambut gembira oleh hadirin.

“Alhamdulillah. Kami sangat senang dengan berita ini. saya akan sampaikan segera kepada seluruh camaba Indonesia, bahwa mereka tidak lama lagi akan diberangkatkan ke Mesir. Sekali lagi terima kasih atas perhatian Al-Azhar,” ujar TGB.

Seusai pertemuan, TGB diterima oleh Deputy Grand Imam Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Shaleh Abbas, di ruang kerjanya. “Saya sangat senang bertemu dengan alumni Al-Azhar yang saat ini memimpin OIAA di Indonesia. Saya juga sangat senang mendengar peranan positif yang diberikan oleh para alumni Al-Azhar di Indonesia. Dalam pandangan Al-Azhar, Indonesia adalah negara istimewa, sehingga Grand Imam selalu mewanti-wanti agar kami meperhatikan para mahasiswa asal Indonesia,” kata pejabat yang baru dilantik beberapa bulan yang lalu itu.

Disamping berkunjung ke Universitas Al-Azhar, kunjungan singkat TGB ke Cairo kemarin juga diwarnai pertemuan dengan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Cairo, Sonny Sasongko, terkait persiapan kedatangan camaba, serta dialog dengan mahasiswa Indonesia di Mesir dalam forum yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir dan Kekeluargaan Mahasiswa Nusa Tenggara Barat (KMNTB).

Pada acara tersebut, TGB berpesan agar para mahasiswa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, sehingga saat kembali ke tanah air mereka dapat menjadi panutan umat yang berilmu, memberikan sikap optimisme kepada masyarakat dan membawa risalah al-Azhar.

“Selama saya mengemban amanah memimpin NTB, bekal utama yang saya gunakan adalah nilai juang, nilai luhur serta kebaikan yang saya dalami selama saya di Al-Azhar,” ujar mantan Gubernur Provinsi NTB selama dua periode itu. (vbm)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top