Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Terus Terusan Difitnah PKI dan Pro Cina, Jawaban Jokowi Bikin Ummat Haru

Dibaca : 5.8K

Padang, Prokabar – Diterpa isu terus menerus tentang PKI, Presiden Jokowi angkat bicara. Hal itu disampaikan di Sumatera Barat, saat meresmikan kereta api Bandara Internasional Minangkabau.

Presiden Joko Widodo menegaskan dirinya bukan PKI, bukan anak dari orang tua PKI, serta bukan anak pengusaha China Singapura seperti yang selama ini banyak isu diembuskan sejumlah pihak.

“Perlu saya tanggapi isu yang belakangan banyak mengatakan saya PKI. Kalau isu seperti itu dibiarkan dan tidak saya jelaskan maka akan ke mana-mana,” kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan Kereta Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang, Senin.

Hadir dalam acara itu Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Presiden menyampaikan penegasan itu sesaat sebelum mengakhiri pidato peresmian acara itu.

Presiden mengatakan kalau dirinya lahir tahun 1961 dan PKI meletus tahun 1965. “Jadi mana mungkin balita ikut PKI,” katanya.

Tapi, kata Presiden, isu tidak berhenti di situ saja dan giliran orang tuanya yang dituduh PKI.

Di Solo, katanya, banyak ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah, yang bisa dicek kebenaran isu itu.

“Silahkan cek dan tanyakan kebenaran isu itu ke sejumlah ormas Islam yang banyak di Solo,” kata Presiden.

Isu, katanya, belum juga berhenti soal PKI tapi ada yang mengatakan Joko Widodo anak pengusaha China Singapura.

Joko Widodo mengatakan, dirinya adalah anak kampung yang bapaknya berasal dari Karanganyar dan ibunya dari Boyolali. “Saya itu anak kampung,” kata Presiden.

Presiden mengajak semua elemen bangsa untuk selalu berpikiran positif dan menjauhkan hal yang negatif.

“Sebaiknya kita memikirkan hal yang produktif untuk membangun bangsa dan negara, seperti memikirkan bangun infrastruktur,” kata Joko Widodo.

Presiden minta juga agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dan mudah berprasangka buruk dan negatif, tapi selalu berpikiran positif. (*/upk)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top