Sidang Mangrove, Saksi: Tidak Ada Terumbu Karang yang Rusak di Sekitar Olo

Penulis -

Kamis, 14 November 2019 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Saksi sidang kerusakkan mangrove di Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, menegaskan tidak ada mangrove yang rusak di sekitar olo.

Dalam persidangan, Saksi Madi berkata, sebelum olo dibuat, tumbuhan mangrove di sekitarnya tidak rapat. Sebab, olo tak hanya teraliri air laut, namun juga dialiri air bukit dan air bah setiap kali hujan.

“Ini memengaruhi kerapatan mangrove di sekitra olo,” ujarnya pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri 1 A Padang, Kamis (14/11).

Sidang dipimpin Hakim Ketua Gustiarso. Menurut Madi, sebelum terdakwa membuat olo mangrove tidak banyak yang tumbuh, sehingga terdakwa merasa perlu untuk memerhatikan hutan magrove.

Sebab, karna di sana banyak habitat yang hidup. Akhirnya terdakwa menanam pohon-lohon palem dan pohon sejenisnya. Bahkan,
terdakwa berniat memperbaiki mangrove yang rusak.

“Namun ia mengaku bibit itu tidak pernah datang,” jelasnya.

Saksi lainnya, Jasril RW, mengungkapkan hasil galian olo tidak ada yang ditimbun ke mangrove, hanya ditaroh di samping bibir olo yang tidak ada mangrovenya.

Bahkan, terdakwa semakin berupaya memperbaiki mangrove yang telah rusak yang ada di sekitar bibir pantai. Sedangkan terkait dengan karang yang mati, ia menegaskan karang itu telah mati.

“Sudah mati. Jauh sebelum terdakwa membuat olo itu,” tegasnya.

Sementara saksi Aswir menjelaskan, jauh sebelum olo dibuat, jalan menuju olo tersebut sulit dilalui masyarakat. Perahu kecil juga sulit untuk masuk.

Semenjak olo dibangun, jalan tersebut sudah bisa dilalui sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Ketika ditanya soal apakah ada mangrove yang rusak di sisi kanan dan kiri olo, saksi kembali menegaskan tidak ada yang rusak. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aduan Berujung PTDH, Warga Berinisial LMN Puji Respon Cepat Bidpropam Polda Sumbar
Pencegahan Kasus LGBT di Sumbar Perlu Regulasi, Edukasi, dan Pembinaan Terpadu
Polres Dharmasraya Ungkap 11 Kasus Menonjol Selama Bulan Juni -Juli 2026. Tujuh Diantaranya Kasus Narkoba
Sudah Dilarang Masih Nekat Pelaku Tambang Emas Ilegal Diamankan Polres Pasaman
Dua Pelaku Curas Diamankan Polres Pasaman Pelaku Ternyata Pria Sewaan Korban
3,37 Persen, Alarm yang Tidak Boleh Dianggap Biasa
Pengedar Sabu Digulung Polres Pasaman Ratusan Gram Barang Bukti Diamankan
Pencabulan Anak, Andre Rosiade Desak Pihak Kepolisian Tangkap Pelaku

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Aduan Berujung PTDH, Warga Berinisial LMN Puji Respon Cepat Bidpropam Polda Sumbar

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pencegahan Kasus LGBT di Sumbar Perlu Regulasi, Edukasi, dan Pembinaan Terpadu

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:53 WIB

Polres Dharmasraya Ungkap 11 Kasus Menonjol Selama Bulan Juni -Juli 2026. Tujuh Diantaranya Kasus Narkoba

Rabu, 15 April 2026 - 15:56 WIB

Sudah Dilarang Masih Nekat Pelaku Tambang Emas Ilegal Diamankan Polres Pasaman

Senin, 6 April 2026 - 14:38 WIB

Dua Pelaku Curas Diamankan Polres Pasaman Pelaku Ternyata Pria Sewaan Korban

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB