Trending | News | Daerah | Covid-19

Hukum

Selama 2018, Peredaran Narkoba di Pessel Menigkat, Ini Penjelasan Kapolres

Dibaca : 378

Pessel, Prokabar – Kasus peredaran narkoba jenis sabu dan ganja di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengalami peningkatan sepanjang tahun 2018, dibandingkan pada tahun 2017 lalu.

Kapolres Pessel, AKBP Fery Herlambang mengatakan, jumlah kasus narkoba jenis sabu dan ganja di tahun 2017 sebanyak 35 kasus, sedangkan untuk di tahun 2018, pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 40 kasus.

Dari 40 kasus tersebut, pihaknya juga mengamankan 55 pelaku kasus narkoba dan ganja, ungkapnya kepada Prokabar.com Jumat (21/12) di rungan kerjanya.

Peningkatan kasus narkoba, menurutnya, disebabkan, wilayah Kabupaten Pessel saat ini kerap mejadi wilayah sasaran peredaran narkoba.

“Kami terus melakukan giat penindakan setiap ada informasi dan kita pasti langsung lakukan pengejaran pelaku-pelaku narkoba serta jenis narkoba lainnya,” ujarnya.

Sering itu, pihaknya juga melakukan sejumlah kegiatan penyuluhan dan pembinaan terkait bahaya narkoba serta obat-obat terlarang.

Dalam kegiatan itu, pihaknya secara masif melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba.

Menurutnya, Pessel sebagai wilayah yang dekat dengan provinsi tetangga bisa dikatakan jadi wilayah empuk peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang.

Kapolres menegaskan, fenomena peningkatan kasus masih menjadi pekerjaan rumah aparat penegak hukum di Pessel untuk terus menekan peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang serta miras.

“Miras dan barang haram narkotika itu pemicu terjadinya tindak kejahatan. Kita gencar berantas itu dan kita musnahkan. Apalagi jelang natal dan tahun baru ini, kita ingin tercipta suasana yang aman dan kondusif,” tutupnya,(min)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top