Trending | News | Daerah | Covid-19

Budaya

“Sasaran Silek” di Kampung Buya Hamka Diresmikan, “Sewai Marantang” Namanya

Dibaca : 640

Agam, Prokabar — “Sewai Marantang” nama Sasaran Silek (Silat) diresmikan di Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (16/2) lalu. Diresmikan langsung Wakil DPRD Kabupaten Agam, Irfan Amran bersama Camat Tanjung Raya, Handria Asmi dihadiri seluruh Tokoh Masyarakat, Tuo Silek, 7 orang walijorong se Sungai Batang, Bundo Kandung dan Pemuda-pemudi.

“Lahirnya sasaran silek ini menjadi cikal bakal peningkatan Sumber Daya Manusia generasi kita. Kita berharap kembali lahir Buya Hamka dan Inyiak Rasul berikutnya
karena adanya penanaman karakter yang sangat kuat dalam Silek ini,” terang Camat Tanjung Raya, Handria Asmi saat memberikan kata sambutan akhir pekan lalu.

Menurutnya, pergerakan yang telah dilakukan itu sangat membanggakan. Karena disaat kuat dan kerasnya hantaman globalisasi dan modrenisasi melalui telepon gengam atau henpone berjaringan internet, tidak sedikit generasi berubah jauh dari nilai-nilai berkehidupan sosial dan berbudaya.

“Generasi muda kita dan generasi penerus berikutnya, wajib kita selamatkan dari budaya asing. Budaya yang jauh dari nilai-nilai berlandasan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Mendorong generasi penggerak, seperti yang telah kita gerakan saat ini. Tanpa dukungan kita semua, mustahil ini bisa tercapai. Untuk itu, mari kita terus mendukung kelestarian Sasaran Silek dan program positif berikutnya,” ajak Handria Asmi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Agam, Irfan Amran sangat mengapresiasi pergerakan pemuda-pemudi Jorong Batung Panjang itu. Karena berani dan berhasil membangun kembali Sasaran Silek yang hampir memudar dari generasi. Beliau juga sangat mengapresiasi Camat Tanjung Raya, Handria Asmi yang sangat dekat hingga intens mendukung pergerakan pemuda tersebut.

“Kita sepakat mendorong, mengajak, mengumpulkan orang dan menggairahkan bersama-sama. Apa itu yang kita gairahkan? Kebudayaan, seni dan cara-cara kita hidup Berminangkabau,” Ungkap Irfan Amran.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Agam itu berkata, “Nan kusui makin tarambau, ka ladang baok ladiang, luko lah pao kaduonyo. Kok nak iduik di Minabgkabau, Syarak jo Adat tagaik basandiang, dipakai kaduonyo,” tuturnya.

Artinya lanjut Ninik Mamak Suku Caniago tersebut, sengaja mendukung dan menggairahkan Sasaran Silek ini, untuk mendukung membangkinya kembali tata cara hidup bakampuang bahalaman, balabuah batapian, bajorong banagari di masyarakat nagari Sungai Batang.

Menghidupkan kembali nilai-nilai kebudayaan, kesenian dan silek sebagai benteng pertahanan generasi. “Silek merupakan benteng pertahanan kepribadian, perlindungan diri dari berbagai hal yang mengancam keselamatan diri dan kelangsungan hidupnya,” terangnya.

Ia secara pribadi akan siap mendukung terus pergerakan pemuda tersebut. Baik secara pikiran, tenaga maupun materil. Dengan harapan, sasaran silek dan program pemuda itu terus berlanjut.

“Subuah-subuah pai ka pakan, rang Ambun Pagi manjua lobak. Bakumpua urang di Sasaran, tando galanggang lah kito bukak”. Silat menurut sejarah merupakan silahturahmi. “Dakak-dakak urang Payakumbuah, di kampuang Baso mamakan nasi. Indak doh cakak nan ka mambunuah, tapi ujuangnyo silahturahmi,” pantunnya.

Politisi dari Partai Amanat Nasional itu juga berpesan, jika jadi pengurus pemuda tidak boleh “Pangganyi” atau merajuk. Karena tidak semua pergerakan mendapat persetujuan dari semua pihak. “Ada yang suka, ada yang tidak suka. Untuk itu tidak boleh mudah patah dan putus asa. Apalagi pangganyi,” tutupnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top