Pasaman, Prokabar – Satu unit alat berat jenis escavator ukuran kecil dikerahkan Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) setempat dalam penanganan banjir yang kembali melanda Nagari Durian Tinggi, Senin (16/10) sore.
Alat berat ini dikerahkan untuk proses pengangkatan material pepohonan yang terbawa arus dan tersangkut di jembatan Simpang Raya, Pasar Lama Lubuk Sikaping. “Iya, sumber masalahnya di kolong jembatan ini. Ada material ranting hingga pohon yang tersangkut di tiang kolong jembatan. Sehingga menghalangi arus sungai yang besar karena debit hujan tinggi,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasaman, Alim Bazar.
Tidak saja alat berat, puluhan personil gabungan pun sudah diterjunkan untuk membuang material banjir yang dalam proses evakuasi tersebut. “Kalau sudah berhasil dibuang material yang menyangkut ini, insyallah banjir bakal teratasi,” kata Alim.
Selain itu, Karang Taruna Pasaman, juga ambil bagian dalam proses evakuasi material banjir dan warga yang terjebak. Ketua Karang Taruna Pasaman, Abdi Yusran mengaku, turut prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat di empat kejorongan di Nagari Durian Tinggi tersebut.
“Untuk saat ini, kami membantu yang terdampak banjir dalam proses pembuangan material di pemukiman warga. Ada juga tadi warga yang terjebak dan berhasil kami evakuasi dengan mobil yang lumayan tinggi,” kata Abdi Yusran.
Sebelumnya diberitakan, akibat arus sungai meluap ini, empat kejorongan terendam banjir di Nagari Durian Tinggi. Yakni Jorong Kampung Taji, Jorong Kampung Lintang, Jorong Tampang dan Jorong Kampung Lua. Sekitar 110 rumah warga terdampak banjir. (Ola)
















