Artikel

Pilkada Selesai, Mari Kita Kembali ke Parak!

Dibaca : 525

Oleh: Rizal Marajo
Wartawan Utama 

Hiruk pikuk dan kehebohan Pilkada 2020 sudah selesai. Tidak ada lagi spanduk dan baliho terpampang di sudut-sudut kampung. Beragam sticker dan poster sudah dilepas. Hanya kalender 2021 bergambar paslon yang masih tersangkut di dinding rumah. Kaos oblong yang dibagikan calon, satu dua masih nampak dipakai para petani ke sawah, atau pedagang di pasar.

Adu argumen saling menegakkan jagoan dalam perdebatan di WAG atau facebook sudah mulai sunyi. Sindir menyindir masih ada sedikit-sedikit, tapi volumenya sudah jauh turun. Yang keluar dari grup WA  juga banyak, apalagi yang jagoannya kalah. Ramai-ramai keluar grup, ibarat rombongan musafir yang bergerak meninggalkan padang sahara.

Debat yang biasanya panas di palanta lapau sudah mulai dingin. Biasanya berlapir-lapir ota soal paslon masing-masing yang didukung. Pantang kalah, termasuk mengedepankan hasil survey ini dan itu, tak peduli survey itu tak jelas ujung pangkalnya. Kadang berkata sudah seperti sepeda tak berlampu,  main hondoh saja.

Tak kalah ngototnya yang hanya sibuk memprediksi siapa yang akan duduk. Kalah pula prediksi pengamat politik level nasional dek nya. Giliran ditanya soal siapa paslon yang didukung, dia memilih bersikap “elegant” dan netral-netral saja, yang jelas suok kida diterima, tiap yang datang ditampin semuanya.

Kini topik mulai berubah, sibuk memperbincangkan Gubernur, Bupati atau Walikota  yang sudah terpilih. Yang “bijak” akan berkata, tak ada lagi nomor 1,2,3 atau 4. “Nan peralu kini baa awak basatu, sia nan manang itulah nan kito dukuang basamo-samo untuak kamajuan nagari kito,” ujarnya sembari malambuik kopi steng dan okok stang.

Yang lain menanggapi dengan manggut-manggut, mengangguk-angguk balam, cengengesan, atau senyum sekadar dikulum nan tersungging di sudut bibir. Beragam, mereka telah menyimpan memori selama 72 hari ikut hilir mudik kampanye. Entah itu jadi tukang lobi, tukang sorak, tukang serak, atau tukang hoyak.

Ya, gelanggang Pilkada rasa pandemi sudah usai. Calon yang duduk sudah terang benderang. siang nan bak hari, tarang nan bak bulan. Apak-apak yang yang terpilih sibuk menerima ucapan selamat, senyum bertebaran, silih berganti orang datang.

Halaman : 1 2 3

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top