Padang, Prokabar – Partai politik pro Pemerintah, dipastikan berhasil mengantarkan kandidat kepala daerahnya dalam sejumlah Pilkada 2018.
Dari data hitungan suara sementara di beberapa Pilkada, Parpol Pro Pemerintah yang menghantakan kemenangan kandidat kepala daerahnya, juga tak jarang berkoalisi dengan parpol yang secara nasional memilih beroposisi dan menjadi penyeimbang.
Di Maluku misalnya, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail, yang diusung PDIP, PAN, PPP, PKPI, PKB, Hanura, Gerindra, dan Partai Nasional Demokrat, dinyatakan sementara menang.
Begitu pula di Sulsel, Nurdin Abdullah yang diusung PDIP, PAN, dan PKS juga menang. Sedangkan di Bali, cagub Wayan yang diusung PDIP, PKPI, HANURA dan PAN, sejauh ini menang.
Di Jateng, apalagi. Incumbet Ganjar Pranowo yang diusung PDIP, Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PPP, juga menang sementara. Begitupun di NTT, cagub Victor L diusung Hanura, Golkar dan Nasdem juga unggul.
Di Sumut, Edy Rahmayadi dan Musa Rajeksah yang diusung NasDem, Golkar, Gerindra, PKS, PAN, Hanura juga menang sementara penghitungan cepat.
Di tambah lagi, di Jatim. Cagub Khofifah yang diusung PPP, Golkar, Hanura, PAN, Nasdem, dan Partai Demokrat juga dikabarkan menang.
Di Jabar, Ridwan Kamil yang diusung Nasdem, PPP, PKB dan Hanura dikabarkan menang sementara, sesuai hasil perhitungan cepat.
Di Kaltim, cagub Isran Noor yang diusung Gerindra, PAN dan PKS juga dikabarkan menang. PAN sejauh ini belum memutuskan beroposisi dengan Pemerintah. Ini dibuktikan, Menteri gerbong PAN Asman Abnur masih berada di Kabinet.
Sedangkan di Lampung, Arinal yang disokong Golkar, PAN dan PKB juga sementara menang. Di Kalbar, Sutarmidji yang diusung Golkar, PKB, Hanura, PKS dan Nasdem juga menang.
Sementara, di Sumsel, Herman yang diusung Nasdem, Hanura, PAN juga dikabarkan menang.
Untuk Pilkada Propinsi Riau, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua, belum ada badan yang merilis quick countnya. (vbm)
















