Pemeritah Fokus Kesehatan Pengemudi Angkutan Mudik

Penulis -

Minggu, 26 Mei 2019 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMERIKSAAN KESEHATAN SOPIR

PEMERIKSAAN KESEHATAN SOPIR

Jakarta, Prokabar — Fokus utama dukungan kesehatan yang diberikan Kementerian Kesehatan pada mudik tahun ini adalah pemeriksaan kesehatan pengemudi, khususnya pengemudi angkutan umum.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr Bambang Wibowo, melalui keterangan resmi yang diterima, Minggu (26/5), mengatakan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi penting untuk mengurangi faktor risiko kecelakaan di jalan raya pada saat mudik lebaran.

Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan pada pengemudi dan pengemudi pengganti dalam satu armada tersebut, yang memiliki jarak tempuh cukup lama setidaknya lebih dari empat jam atau mempunyai rute yang padat dan sering, seperti pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

“Kegiatan deteksi dini faktor risiko cedera akibat kecelakaan lalu lintas darat yang dilakukan berupa pemeriksaan tekanan darah, alkohol dalam darah melalui pernapasan, kadar amphetamine di urine dan kadar gula darah,” kata Bambang.

Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi kesehatan khususnya untuk manajemen PO bus dan pengemudinya untuk selalu menanamkan perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bambang menilai hal tersebut penting dalam upaya pencegahan faktor risiko kecelakaan di jalan raya.

“Khususnya dalam menghadapi arus mudik lebaran. Sehat fisik dan mental menjadi prasyaratan dasar. Karena, menempuh perjalanan jauh, bisa jadi tak sesuai dengan rencana awal jadwal perjalanan yang diperkirakan sebelumnya,” kata Bambang.

Kemacetan lalulintas dan terjadinya kecelakaan tak jarang membuat perjalanan menjadi molor berjam-jam dari semestinya. Dengan kesehatan fisik dan mental yang prima, perjalanan panjang dapat ditempuh dengan keadaan awas dan terkendali.

Kemenkes menyiapan 6.047 fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) yang terdiri dari 923 Pos Kesehatan, 4.210 Puskesmas, 375 RS sekitar jalur pantura, 144 RS Rujukan, 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan 188 Public Safety Center (PSC) 119. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lebaran 2022, Trafik Data XL Axiata di Sumatera Naik 34%, Streaming Meningkat 243%
XL Axiata Fasilitasi 660 Mitra Penjualan Pulang Kampung
Ini 10 Tips Aman Saat Mudik Lebaran Dari Polri 
Operasi Ketupat 2021, Polres Agam Bentuk 10 Unit Pospam dan Posyan
Lebaran Tanpa Mudik, Indosiar dan SCTV Siapkan Program Menarik
Polres Pasaman Siapkan Enam Pos Atasi Mudik Lebaran 2021
Larangan Mudik Mulai Berlaku Hari Ini
Mudik Dilarang, Pedagang Pangsit Keliling Pasrah 

Berita Terkait

Senin, 9 Mei 2022 - 09:29 WIB

Lebaran 2022, Trafik Data XL Axiata di Sumatera Naik 34%, Streaming Meningkat 243%

Kamis, 28 April 2022 - 04:14 WIB

XL Axiata Fasilitasi 660 Mitra Penjualan Pulang Kampung

Senin, 25 April 2022 - 16:15 WIB

Ini 10 Tips Aman Saat Mudik Lebaran Dari Polri 

Sabtu, 8 Mei 2021 - 06:20 WIB

Operasi Ketupat 2021, Polres Agam Bentuk 10 Unit Pospam dan Posyan

Jumat, 7 Mei 2021 - 13:26 WIB

Lebaran Tanpa Mudik, Indosiar dan SCTV Siapkan Program Menarik

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB