Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Ramadhan

Pawai Obor di Bisanti. Aduhai. Marhaban ya Ramadhan


Padang Pariaman, Prokabar – Cahaya obor berpender. Anak-anak terton berjalan. Alunan asma Allah terdengar.
Memukau dan sungguh menarik penyambutan Ramadhan 1439 Hijriah di Nagari Bisati, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa Malam (15/5).

Tradisi Ratik Tolak Bala disertai Pawai Obor ratusan masyarakat memeriahkan Bulan Suci Umat Muslim tersebut.

Tradisi unik ini rutin dilakukan masyarakat setempat. Berjalan sekitar 3 km sambil membawa obor dan zikir menyebut Asma ALLAH.

Baca Juga :  Wow! Kunjungan Wisata Bahari Pariaman Capai 70 ribu Jiwa.

Menurut Camat VII Koto Sungai Sariak, Masrifi Noor, tadisi tersebut bertujuan meminta pertolongan Maha Kuasa untuk menjauhkan segala bala atau musibah. Termasuk musibah teror, kenakalan remaja maupun penyakit masyarakat lainnya.

“Melalui awal yang baik ini, kami berharap dapat menjalankan Ibadah Puasa dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Masrifi Noor.

Baca Juga :  Wow! Kunjungan Wisata Bahari Pariaman Capai 70 ribu Jiwa.

Muhammad Idris Tuangku Kalifah, salah seorang ulama Nagari Bisati menjelaskan, pawai obor melambangkan semangat berkobar masyarakat dalam menjalani Ibadah puasa dan akidah Islam. Sebelum pawai obor, ulama dan tokoh masyarakat melaksanakan zikir. Saat pawai obor, ulama beserta masyarakat yang mengikuti membaca tahlilan.

“Tahlil yang dilakukan saat berjalan (pawai obor) bertujuan meminta kepada Maha Kuasa untuk menjauhkan musibah (Bala) atau wabah,” aku M. Idris Tuangku Kalifah.

Baca Juga :  Wow! Kunjungan Wisata Bahari Pariaman Capai 70 ribu Jiwa.

Yang membedakan Ratik Tolak Bala tahun lalu dengan saat ini, adanya tausyiah sesudah pawai obor dan dilaksanakan disebuah ruangan yang lebih luas dan nyaman tuntas Ulama Bisati tersebut. (rud)

Berani Komen Itu Baik


To Top