Trending | News | Daerah | Covid-19

Budaya

Para Pakiah Manfaatkan Naskah Kuno Kembangkan Wisata Religi Ziarah di Surau Simaung Kabupaten Sijunjung

Dibaca : 595

Pariaman, Prokabar —  Satu tradisi yang dilakukan secara massal yang masih berlangsung di tengah masyarakat di Sumatera Barat adalah tradisi ziarah. Selain makam Syekh Burhanuddin di Ulakan Padang Pariaman, dikunjungi ribuan penziarah setiap 10 Safar, masih banyak tempat menjadi tujuan wisata religu ziarah di Sumatera Barat.

Salah satu tempat ziarah yang penting adalah Surau Simaung atau Surau Syekh Malin Bayang di Jorong Tapian Diaro Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Dua ribuan penziarah dari berbagai provinsi (Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Jambi, dan Lampung) sering datang ke Surau Simaung. Nama Surau diambil dari pohon Simaung atau Pangium Edule).

Surau yang dulunya pernah hidup tradisi intelektual Islam yang cukup maju pada masa lampau. Satu bukti tentang ini adalah dengan ditemukannya 88 naskah tersebut. Khazanah naskah yang berumur ratusan tahun itu telah dideskripsikan dan didigitalkan oleh Pramono, seorang filolog Universitas Andalas. Bersama timnya pada 2019 yang lalu.

“Selama sebulan kami berhasil mendigitalkan 20.914 halaman naskah dengan lebih dari 200 teks kandungan isi naskah koleksi Surau Simaung,” kata Pramono.

Tambahnya, kegiatan itu atas dukungan program Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA). Naskah-naskah dengan kekayaan kandungan sastra, sejarah, hagiografi, agama, pengobatan tradisional dan lain-lain. Serta keragaman iluminasi atau ragam hias di dalam naskah yang tersimpan di Surau Simaung. Dan objek itu merupakan potensi besar untuk dikembangkan.

Dalam rangka pemanfaatan khazanah naskah tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas mengadakan pelatihan bagi para Pakiah di Surau Simaung, Sabtu (20/12). Pelatihan ini dimaksudkan agar para Pakiah dapat mengembangkan khazanah naskah untuk industri kreatif sebagai pendukung wisata religi ziarah.

Menurut Pramono selaku ketua tim pelaksana pengabdian, melalui penerbitan edisi teks dan rekayasa iluminasi menjadi motif kain akan memberi peluang untuk pengembangan ekonomi kreatif. “Hasil terbitan edisi teks naskah dan rekayasa iluminasi menjadi desain motif kain dapat menjadi buah tangan bagi penziarah yang datang ke Surau Simaung,” Terangnya.

Di lain tempat, ketua LPPM Unand, Dr. Uyung Gatot S. Dinata mengharapkan kegiatan menjadi pendampingan jangka panjang. “Naskah-naskah koleksi Surau Simaung harus dikelola secara baik, sehingga penziarah dapat melihat khazanah naskah tersebut sebagai warisan intelektual ulama pada masa lampau,” ungkapnya. “Dengan demikian, tentu ini akan menjadi nilai lebih Surau Simaung sebagai tujuan wisata religi ziarah,” tutupnya. (rud/Pramono)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top