Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Melalui Medsos, Masyarakat Sampaikan Keresahan Lambatnya Penanganan Covid-19 di Sumbar

Dibaca : 268

Padang, Prokabar — Terus menanjaknya jumlah yang terjangkit covid-19 di Indonesia membuat masyarakat semakin resah. Terlebih melihat langkah pemerintah yang lebih memilih menekankan pada upaya-upaya kuratif (penyembuhan) ketimbang antisipatif.

Meskipun sampai saat ini di Sumatera Barat belum ditemukan kasus yang positif namun lonjakan status ODP dan PDP terus bertambah, sehingga banyak rumah sakit yang kewalahan menangani pasien karena keterbatasan sumber daya.

Kondisi ini membuat masyarakat Sumatera Barat bersuara, melalui media sosial mereka menyampaikan keresahan terhadap lambatnya langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Daerah.

Nasrul Abit Indra Catri

Seperti yang disampaikan pemilik akun twitter @Ronin_Minang, dirinya mengungkapkan kesedihan dan malu saat membaca berita tentang petugas rumah sakit di Bukittinggi yang terpaksa menggunakan plastik sebagai Alat Pelindung Diri (APD)

Kawan2 mambaco berita ko ambo malu dan manangih. Ambo minta tolong kangkawan untuak saminggu ko maribuikkan APD yg alun ado di rumah sakik2. Kasihan kawan2 sanak2 Tim Medis disitu.” Kicaunya sembari menyertakan link berita.

Kicauan ini langsung ditanggapi banyak orang dan dibagikan kembali (retweet) sebanyak 28 kali oleh akun lain.

Pemilik akun @PoppyBarawas yang menanggapi kicauan tadi, menilai Pemda gagap dalam menghadapi kondisi saat ini.

“Ini karena Sumbar gagap tanggap virus dari awalnya. Gubernur maupun wakilnya terlalu selow. tidak ada gerakan untuk antisipasi.” kicaunya.

Tidak sedikit pula yang membandingkan langkah Sumbar dengan Papua, dimana Pemprov Papua telah mengambil keputusan Lockdown sebagai antisipasi pencegahan Covid-19

“Papua sudah lockdown, masih mau selow-selow saja” tulis akun @tehTolua_ sembari juga memention akun twitter Gubernur dan Wagub Sumbar.

Masukan tak jauh berberda juga disampaikan yang lain.

“Kemaren masy. sumbar mampu sewa pesawat buat pulangin dunsanak di Papua, mungkin cara sprti kemaren bisa jadi masukan buat pemprov.” tulis pemilik akun @wangopek. (hdp)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top