Trending | News | Daerah | Covid-19

Hukum

Marak Aksi Begal di Padang, Budi Syahrial : Satpol PP Segera Koordinasi dengan Kepolisian

Dibaca : 370

Padang, Prokabar – Maraknya aksi begal di Kota Padang akhri-akhir ini menuai keprihatinan anggota DPRD Padang. Diberitakan, kemarin, Satpol PP Kota Padang menangkap sejumlah remaja yang membawa senjata tajam sembari mengisap lem. Sebelumnya juga di kawasan Jalan Veteran Padang sejumlah orang menyerang warga dengan batu dan juga membawa senjata tajam.

Seperti disampaikan anggota Komisi I DPRD Padang Budi Syahrial yang langsung mengingatkan Satpol PP untuk segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan aparat keamanan lainnya.

Sebab hal itu bukan saja menjadi penyakit masyarakat atau kenakalan remaja terkait pelanggaran Perda saja, itu hanya tindak pidana ringan (Tipiring).

Nasrul Abit Indra Catri

Tapi kalau sudah membawa senjata tajam, itu sudah mengarah ke tindak kriminal dan pelanggaran Undang-undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang Larangan Membawa Senjata Tajam. Ini persoalan serius,” katanya.

Jadi koordinasinya kalau perlu membawa Tim Satuan Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Kota (SK4) yang didalamnya termasuk kepolisian dan TNI.

Selanjutnya daerah-daerah yang diperkirakan rawan, hendaknya dipantau dan diawasi lebih ketat lagi.

Dari informasi yang dihimpun Singgalang, ada 20 lokasi yang rawan aksi begal dan tawuran  dengan senjata tajam, yakni depan TVRI Sumbar, Simpang Balai Baru, Gunuang Sariak, Balimbiang arah ke Sungai Sapiah, Simpang Kalawi, Simpang Ketapiang sampai By Pass Lubeg, Sungai Balang Banda Buek, Baringin ke Kampuang Jua, Simpang Gauang sampai Simpang TPI, Pampangan, Pertamina Jondul sampai Simpang Banuaran, Gantiang, Simpang 6 Pondok, Purus sampai simpang NPM, Lolong belanti, Simpang Tinju dekat SMP 12, Jembatan Siteba, Jembatan berok Tunggul Hitam, Simpang DPR sampai Pasar Pagi.

Para pelaku begal maupun tawuran itu biasanya beraksi di bawah pukul 12.00 malam, dengan modus lampu sepeda motor dimatikan (padahal lampu utama hidup), sambil menyeret samurai atau kelewang ke aspal.

“Kawasan-kawasan itu harus disterilkan. Jangan sampai mereka diperbiarkan sehingga dengan leluasa melakukan aksi begal maupun tawuran,” katanya.

Selain itu, khusus untuk anak sekolah, dia menyarankan agar ada pemberlakukan jam malam. Bagi pelajar, dilarang berada di luar rumah diatas pukul 21.00.

“Kalau ada yang kedapatan, amankan. Kita yakin masyarakat pasti akan mendukung,” katanya.

Dia juga mengimbau kepada orang tua untuk senantiasa mengawasi anak-anaknya agar jangan sampai berkeliaran di luar saat malam apalagi sampai larut.

“Orang tua harus peduli dan selalu mengawasi pergaulan anak-anaknya, jangan sampai terjerumus ke tindak kriminal dan aksi tawuran,” katanya.

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap aksi begal.

“Jika tidak ada keperluan sebaiknya tidak usah keluar malam-malam. Dan kalau merasa ada gerombolan orang bersepeda motor atau nampak membawa senjata tajam, sebaiknya segera untuk menghindar ke tempat yang aman,” pungkasnya.(mbb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top