Daerah

Maninjau Kian Dangkal, Sisa 1000 Meter Saja


Danau elok warisan purba, Maninjau yang dulu kedalamannya 1,6 Km kini sisa 1.000 meter saja.

Dibaca : 350

Agam, Prokabar – Danau elok warisan purba, Maninjau yang dulu kedalamannya 1,6 Km kini sisa 1.000 meter saja.

Keramba Jala Apung (KJA) yang semestinya 6.000 membengkak jadi 21.000. Maka, meranalah Maninjau.

Danau vulkanik tanpa ada sungai besar masuk ini, dangkal dan tak bisa dicegah.

Ikan KJA memasok hampir semua rumah makan di Sumbar dan Riau. Danau merana, warga tidak.

Kisah penyelamatan

Dalam satu dekade Danau Maninjau terus menjadi sorotan pemerintah pusat.

Bahkan masuk daftar satu dari 10 danau yang harus diselamatkan. Lalu, menjadi skala prioritas karena memiliki potensi yang luar biasa.

Kekayaan dan keindahannya, pernah menjadikannya salah satu danau terindah di dunia.

Baca Juga: 

Berbagai upaya telah dilakukan sejumlah pihak berkepentingan. Sebut saja Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam.

Sayangnya, terlambat karena kebablasan dalam pengembangan budidaya ikan KJA di danau yang mereka dorong sendiri. Itu telah berjalan sejak 1990-an.

Pakan ikan menumpuk di dasar danau. Tahun demi tahun. Kini sudah setebal 600 meter. Tatkala musim tubo Maninjau tiba, ratusan ikan KJA mati dan mengapung.

Melihat kondisi semakin memburuk dengan terus terjadinya kematian massal ikan keramba dengan beragam spekulasi.

Dinas Lingkungan Hidup Agam pun ikut andil hingga terbentuknya Tim Satgas Save Danau Maninjau.

Intens setiap minggu bahkan setiap hari melakukan pembersihan di selingkar Danau Maninjau.

Namun, aksi itu pun belum membuahkan hasil, meski demikian cukup berdampak positif sejauh ini.

Terutama mengangkat bangkai KJA dan membersihkan eceng gondok atau semak belukar di area objek wisata.

Dinas Pariwisata Agam juga berperan. Berupaya menggerakan kelompok sadar wisata yang telah ada setiap nagari.

Ada pula Linggai Park, menjadi ikon baru pariwisata Agam.

Panggung pentas seni pertunjukan sekaligus sarana prasarana kunjungan ke Danau Maninjau.

Pengembangan terus digiatkan, namun tetap belum jua memuaskan.

Perjuangan Sadar Wisata

Perjuangan agar masyarakat sadar wisata, ramah senyum melayani masih jadi tantangan kedepannya.

Halaman : 1 2 3 4

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top